Pertanyaan: Saya berumur 16 tahun dan saya melakukan masturbasi hampir setiap hari, mungkin sejak saya berusia 12 tahun. Beberapa minggu yang lalu saya dan salah satu teman saya mendiskusikan topik tertentu ini. Dia mengatakan bahwa dia tidak bermasturbasi, ketika saya bertanya mengapa, dia mengatakan bahwa ini akan mengakibatkan klitoris menjadi tumpul untuk hubungan seksual lebih lanjut. Jika saya melakukan masturbasi, akankah klitoris saya menjadi tumpul dan membuat seks menjadi buruk ketika saya lebih tua?

Jawaban: Tidak, ini dengan pasti tidak benar. Sebenarnya, adalah kebalikannya. Kenanyakan para dokter dan guru pendidikan seks mengatakan masturbasi adalah normal, sehat, dan diperlukan sebagai bagian dari tumbuh menjadi dewasa. Masturbasi mengajarkan kepada anda tentang tubuh anda.

Bagaimana mungkin sesuatu yang kamu rasa baik adalah tidak baik untuk kamu ? Bayangkan jika kamu tidak melakukan masturbasi dalam masa empat tahun yang lalu, bagaimana frustasi seskualyang akan kamu rasakan saat ini Pikirkan tentang berapa banyak kesenangan yang sudah kamu berikan pada diri sendiri.

Pandangan temanmu tentang masturbasi mungkin berdasarkan pada teori yang sudah ketinggalan jaman dan tua tentang seksualitas perempuan. Pada waktu yang lampau serorang laki-laki bernama Dr. Freud mengusulkan teori ini dimana "wanita dewasa" memiliki orgasme vagina dan "gadis remaja" memiliki orgasme klitoris. Gadis muda mungkin dapat bermasturbasi akan tetapi wanita dewasa diharapkan untuk terlibat dalam dan hanya menyukai hubungan seks vagina. Wanita diharapkan mendapatkan semua kepuasan seksual mereka dari pasangan mereka, khususnya dari penis pasangan mereka.

Sebagai hasilnya, semua orang berharap wanita mencapai orgasme dalam setiap hubungan seks vagina. Jika seorang wanita tidak mengalami orgasme dalam hubungan tersebut, masturbasi dianggap sebagai penyebabnya. Masturbasi telah membuatnya kurang bergairah terhadap rangsangan penis. Sekarang ini diketahui bahwa ini tidak seluruhnya benar meskipun banyak orang yang masih mempercayainya.

Yang sebenarnya adalah, kebanyakan wanita membutuhkan rangsangan pada klitoris jika mereka ingin mencapai orgasme. Ini merupakan suatu fakta yang didiktekan oleh anatomi tubuh wanita. Klitoris seorang wanita sering merupakan organ seksualnya yang paling sensitif karena memiliki banyak ujung syaraf. Vagina tidak memiliki banyak ujung syaraf. Stimulasi pada vagina mungkin menyenangkan dan emnambah kepuasan seksual dan orgasme pada wanita, akan tetapi hanya dengan perangsangan pada vagina saja sepertinya tidak akan menghasilkan orgasme bagi sebagian besar wanita. Jika anda atau pasangan tidak merangsang klitoris anda selama hubungan seks, kemungkinan anda tidak akan mencapai orgasme.

Jika teman anda percaya dia akan mengalami kesenangan seksual yang kuat dan orgasme selama melakukan hubungan seks vagina, sepertinya dia akan sangat kecewa dan bingung ketika dia mulai terlibat hubungan dengan pasangan seks. Meskipun dia mungkin mengalami kepuasan seksual, orgasme mungkin tidak akan muncul dari pengalaman seksualnya.

Jika kamu tidak menggunakan tangan, kaki, mata, suara, dan lain sebagainya, selama 20 tahun pertama hidup kamu, apakah kamu bisa berharap semuanya akan berfungsi sebagaimana mestinya saat kamu mencoba untuk menggunakannya ? akankah ini bekerja dengan baik ? Pernahkah kamu belajar menggunakannya ? Apakah kamu akan memperoleh fungsinya secara lengkap saat kamu mencobanya untuk pertama kali ? Tentu saja tidak. Hal yang sama juga berlaku benar pada organ seksual kamu.

Untuk percaya seorang anak perempuan atau laki-laki dapat pergi selama 20 tahun tanpa menggunakan organ seksual mereka dan berharap bahwa organ yang tidak pernah digunakan tiba-tiba dapat berfungsi secara penuh dalam hitungan detik adalah hal yang gila. Menjadi seorang dewasa seksual yang sehat yang pertama memerlukan anda menjadi seorang anak yang seksual. Anda tidak dapat mengatur seksualitas anda nyala dan hidup seperti sebuah bola lampu. Semakin lama seseorang menunda perkembangan seksual mereka, semakin sulit bagi mereka untuk menjadi seksual dan menikmati seks.

Mampu bermasturbasi sampai orgasme sebelum terlibat dalam hubungan seks dengan pasangan berarti anda lebih mungkin dapat menikmati pasangan seks dan mengalami orgasme. gairah seksual dan orgasme bukanlah hal yang asing bagi anda. Anda tahu apa yang anda harapkan. Pikiran dan tubuh anda telah terbiasa dengan gairah seksual dan orgasme. Anda pernah mendengar ekspresi, "Gunakan atau kehilangan !" Ini jelas berlaku bagi klitoris anda dan organ seksual lainnya, termasuk organ seksual terbesar anda, otak anda. Semakin seksual anda, semakin seksual anda dapat menjadi. Semakin orgasme anda maka semakin banyak orgasme yang bisa anda dapatkan.

Pernahkan anda diajarkan bagaimana cara bermain cinta dengan seorang pasangan ? Apakah anda percaya pasangan anda nanti telah diajarkan bagaimana cara bermain cinta dengan anda ? Saya berpikir jawaban atas pertanyaan ini adalah tidak. Jika pasangan anda tidak tahu bagaimana cara bermain cinta dengan anda, Seberapa besar kemungkinan mereka tahu bagaimana memberikan kepuasan seksual dan orgasme pada kamu ? Jika kamu tidak tahu bagaimana memberikan diri kamu sendiri kepuasan seksual apa yang akan kamu lakukan ? Apa yang akan kamu lakukan dengan semua energi dan ketegangan seksual ? Apakah pasangan anda akan selalu ada saat anda sedang menginginkan kesenangan seksual ? Apakah kamu selalau ingin seorang pasangan dan hanya bersandar pada mereka untuk kesenangan seksual kamu ? Apakah kamu siap untuk terlibat dengan seorang pasangan seks sekarang dan apakah kamu siap pada saat berumur 12 tahun ? Lihatlah ini mengapa masturbasi sangat penting !.

Lanjutkan memberi diri anda kesenangan seksual dan orgasme, dan beritahukan teman anda tentang fakta ini. Mungkin kamu ingin mengajar dia bagaimana melakukan masturbasi.


Home