Tanya: Saya sangat mencintai seorang wanita cantik dan kami sedang menghadapi masa-masa sulit. Kami sedang mengantisipasi karena dia akan menderita hysterectomy selama beberapa bulan kedepan sebagai hasil ditemukannya cone biopsy. Dia berumur 45 tahun dan saya berumur 58 tahun. Dia belum menopause saat ini. Hubungan phisik kami benar-benar tidak masuk akal. Hubungan personal kami tetap baik tapi telah menyebabkan rasa stress untuk alasan yang nyata.Saya telah mencoba memberikan support sebanyak mungkin padanya tapi saya tidak tahu banyak mengenai masalah itu. Dia telah mengatakan konsekuensi negatif pada keinginan seks dan tubuhnya sebagai akibat dari hysterectomy. Dia telah menjelaskan bahwa dirinya tidak sama lagi dengan wanita lain. Saya paham mengapa dia menjelaskan hal demikian tapi yang tidak saya pahami, dampaknya dan berapa banyak wanita yang terkena akibat dari penyakit ini dan berapa banyak wanita yang pesimis sebelum melakukan operasi? Dapatkah anda menyarankan beberapa bacaan dan tempat yang dapat saya tuju untuk memperoleh informasi mengenai hal ini. Seperti komentar-komentar dari orang-orang yang mempunyai masalah yang sama. Saya ingin mendengarnya dari orang-orang yang dapat mengatasi masalah ini dengan baik, dan dapatkah anda menunjukkan persentase dari orang-orang yang telah keluar dari masalah ini dan mampu mengatasinya dengan baik.
Saya yakin dokternya seorang yang konservatif. Dia melakukan satu tahap dalam satu waktu. Pada awal tahun ini, dia telah menghilangkan suatu jaringan dari cervix. Untuk beberapa alasan pada kunjungan terakhir di dokter, cervixnya kelihatannya menjadi lebih dekat dan dokter memotongnya pada kunjungan terakhir tersebut. Hasil dari kunjungan terakhir adanya pergerakan cone biopsy.
Terima kasih atas saran yang akan anda berikan.
Jawab: Saya turut prihatin mendengar kekhawatiran medis istri anda. Saya berharap hasil biopsy sesuai dengan keinginannya.
Kelihatannya, hanya sedikit yang mengetahui dengan pasti mengenai efek dari hysterectomy pada seks wanita. Dari dulu hingga sekarang, kekhawatiran mengenai masalah ini menghiasi kehidupan wanita dan pengobatan medis. Dan hasilnya peningkatan secara phisik dengan baik. Kenyataannya kekhawatiran akan seksual wanita bukan menjadi prioritas para dokter. Hal ini mungkin dapat dipahami yang kadang menyebabkan timbulnya rasa frustasi pada wanita dan pasangannya.
Apa efek dari perbedaan pada seks istri anda akan tergantung pada apa yang diangkat, dan kesempatannya. Sepertinya masalah istri anda kedengarannya cervixnya ikut menjadi sasaran, hal ini berarti cervixnya akan diangkat seperti rahim/ uterusnya. Kemudian, pada akhirnya vaginanya mungkin tidak sepanjang yang sekarang ini dan dalam penetrasi mungkin tidak seperti dulu. Jika dia mengalami orgasme maka uterusnya mungkin juga berkontraksi sehingga dia tidak akan lama merasakan orgasme. Sebagai akibat dari pemotongan urat saraf dan aliran darah pada panggul istri anda, maka dia akan mengalami penurunan sensitifitas pada alat kelaminnya dan juga berkurang kemampuannya untuk mencapai orgasme.
Jika indung telurnya diangkat, dia tidak hanya kehilangan suplay utama dari hormon estrogen, tapi juga sumber hormon testosterone. Jika semuanya diangkat, maka barangkali dia akan membutuhkan terapi perpindahan hormon (HRT) jika dalam keluarganya tidak mempunyai sejarah terkena kanker rahim, anda mungkin dapat menanyakan pada dokter mengenai indung telurnya tetap berada pada tempatnya.
Saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa dia akan lebih baik setelah pembedahan. Jika sekarang ini dia sedang mengalami rasa sakit teramat sangat atau pendarahan hebat maka dia mungkin akan bahagia karena telah bebas atau apabila dia merasakan dampak negatif pada seksualnya. Jika dia tidak sadar secara phisik pada masalah medisnya, maka dia mungkin hanya khawatir pada hasil pembedahan. Jika dia merasa seks sangat penting baginya, dia mungkin lebih khawatir mengenai hal tersebut dibandingkan dengan masalah medisnya. Dia yang merasakan sendiri begitu juga dengan dampak dari pembedahan tersebut, barangkali dampaknya akan unik padanya, segala sesuatunya mesti dipertimbangkan.
Buku yang telah saya baca dan membahas mengenai masalah ini adalah “ For Women Only” oleh Jennifer Berman MD dan Laura Berman Ph.D. Buku ini adalah buku baru dan baru diterbitkan pada tahun ini. Anda dapat membaca beberapa informasi dari buku ini pada website pada bagian Orgasme dibawah Ketidakpuasan Seksual. Saya mendaftarkan judul buku ini pada halaman buku-buku juga.
Penulis buku ini memiliki website sendiri yaitu. http://www.newshe.com
Karena kedengarannya seperti diatas, maka tidak akan ada operasi darurat, anda berdua sebaiknya mengerjakan tugas anda diatas dalam mendidik diri anda sebaik mungkin. Situasi ini bukan seperti dia berada disuatu tempat yang sama sekali dia tidak tahu dan bermohon pada dokter-dokter. Dia sebaiknya berkonsultasi lebih dari satu dokter dan mempunyai hasil laboratorium medis yang berbeda sehingga dia dapat membandingkan hasil-hasil laboratorium tersebut. Seperti masalah diatas, barangkali prosedurnya seperti biopsy dengan prosedur yang agak rumit. Saya bukan seorang dokter atau ahli medis professional.
Informasi yang saya berikan disini sebaiknya tidak dianggap sebagai diagnosa medis atau fakta medis, ini hanya opini personal secara umum.