The-Clitoris.com
Tanya: Saya berpikir sebelum saya bertanya kepada anda, saya sebaiknya memberi gambaran mengenai situasi saya saat ini. Saya dan istri telah menikah selama 10 tahun. Kami mempunyai dua anak yang cantik-cantik yang berumur 6 dan 4 tahun. Kami telah berbagi banyak hal termasuk hubungan seks dan mulai berkurang sejak anak kedua kami dilahirkan. Istri saya didiagnosa menderita penyakit Graves dan saya pikir hal inilah yang mungkin menjadi awal penyebab masalah kami. Saya tidak yakin jika kelahiran yang kedua telah merusak klitorisnya sehingga rangsangan yang didapatkan tidak sama sebelum melahirkan atau penyakit Graves yang telah menyebabkan timbulnya masalah ini. Tapi sebelum timbul masalah ini, kami bahkan tidak mengetahui apakah vagina mengalami kekeringan dan dia mendapat orgasme setiap saat kami bersenggama. Saya tidak dapat memahami mengapa hal yang sama terjadi selama setahun sebelumnya dan sekarang hanya beberapa kali. Sehingga saya mencari di internet dan saya menemukan website anda. Kekeringan vagina mungkin dengan mudah dapat diatasi. Dan bagaimana untuk mendapatkan kembali orgasme merupakan suatu tantangan. Kami telah mencoba berbagai macam posisi yang berbeda tapi hanya satu yang dia katakan dapat berguna baginya yaitu posisi biasa. Apakah hal ini mungkin terjadi atau dia hanya merasa sulit atau mungkin dia tidak ingin lagi berusaha. Dia akan membiarkan saya memijat klitorisnya atau melakukan oral seks tapi biasanya dia akan menghentikannya sebelum dia orgasme karena dia lebih suka mendapatkan orgasme ketika bersenggama. Dan masalah terbesarnya apabila saya berhenti memijat dan melanjutkannya dengan bersenggama maka dia tidak akan mendapat orgasme. Setahun yang lalu, dia sering mendapat orgasme dan dia jarang sekali tidak mencapai orgasme. Kelihatannya, segala sesuatunya tetap berputar-putar dan terus berulang-ulang. Dia sekarang ini jarang mendapat orgasme bahkan tidak pernah lagi. Saya biasa membenturkan kepala saya pada dinding untuk mencari penyebab dari masalah ini. Apabila saya menanyakan padanya, dia hanya berkata saya tidak tahu mengapa saya tidak bisa mendapat orgasme. Apakah hal itu benar? Apakah saya sebaiknya berhenti dan tidak peduli atau saya tetap terus berusaha? Dan kelihatan masalah ini hanya saya yang membesar besarkannya sedangkan dia tidak. Apakah saya sebaiknya mendesaknya agar dia mendiskusikannya dengan saya untuk menentukan jalan keluarnya atau hal ini dikarenakan berat badan berlebih 10 pounds sehingga dia tidak tertarik lagi pada saya. Apakah saya sebaiknya tetap berhubungan seks dengannya dan tidak perduli apakah dia mendapat orgasme atau tidak. Jika anda mempunyai beberapa nasehat maka saya akan sangat menghargainya. Saya mulai merasa saya membesar-besarkan masalah dari masalah yang sesungguhnya.

Jawab: Sebagaimana yang saya sebutkan pada halaman Kesehatan dari website, kondisi thyroid dapat berakibat negative pada seks wanita. Sayangnya informasi yang ada disana merupakan informasi keseluruhan mengenai subjek ini. Saya hanya menyarankan pada istri anda untuk mengecek seluruh tingkatan hormonnya pada dokter. Dia mungkin membutuhkan hormon testosterone dalam dosis yang rendah.

Mempunyai satu anak akan menyibukkan wanita, dua anak akan lebih menyibukkannya. Wanita butuh untuk melakukan hal lain selain menjaga anak dan menjadi ibu rumah tangga. Pastikan dia tidak terlalu sibuk mengerjakan hal tersebut. Berikan waktu padanya hanya untuk dirinya sendiri, jauh dari diri anda dan anak-anak. Para ibu-ibu seringkali tidak mempunyai hubungan dekat dengan ibu mereka, bibi dan nenek, yang siap untuk membantu mereka ketika mereka mengerjakan sesuatu, yang mana wanita tertekan oleh masyarakat untuk bekerja “di luar” rumah. Dan dia mungkin terlalu lelah untuk melakukan hubungan seks.

Ada beberapa wanita yang percaya bahwa seorang “ibu” tidak lagi mementingkan hubungan seks, hanya melakukan segala tugas ibu rumah tangga. Ibu tidak lagi melakukan seks. Anda mungkin sebaiknya mencari tahu bagaimana peran seks dalam kehidupannya sekarang ini dimana dia telah menjadi ibu dari 2 orang anak.

Ada juga sebagian wanita yang berkeras bahwa orgasme hanya pada hubungan seks vagina, dan percaya bahwa hal lain selain orgasme pada hubungan seks di vagina hanyalah pemanasan. Anda sebaiknya dengan bijaksana menanyakan padanya mengapa dia lebih suka mendapat orgasme hanya apabila melakukan senggama tanyakan padanya untuk menjelaskan bagaimana orgasmenya. Dia mungkin juga merasa bahwa klitorisnya sangat sensitif apabila dia hampir orgasme untuk mendapatkan rangsangan langsung. Jika masalahnya seperti ini, biarkan dia tetap mengenakan celana dalam atau tutupi vulvanya dengan selubung plastik.

Hal yang dapat anda coba yaitu dengan membeli sebuah dildo dan memasukkannya secara manual pada vulvanya. Dia mungkin lebih menikmati orgasme jika vaginanya mempunyai sesuatu untuk mengesek.

Anda mungkin sebaiknya melibatkan seluruh keluarga pada suatu aktivitas phisik, seperti berjalan–jalan atau berenang. Hal ini akan baik untuk kesehatan anda dan keluarga, dan juga akan membantu diet anda. Konsumsi buah buahan, sayuran. Dengan anak-anak yang berada disekitar anda dan anda menyimpan makanan ringan maka hal ini tidak baik untuk anda mereka maupun pada anak-anak.

Home
Capturé par MemoWeb ŕ partir de http://www.the-clitoris.com/f_html/qa_4/qa4_15.htm  le 6/1/2002