The-Clitoris.com
Tanya: Saya berumur 45 tahun dan sedang berpacaran dengan seorang lelaki dewasa (dia seorag duda, sedang suami saya meninggalkanku setelah menikah beberapa tahun). Saya dulu tidak menyedari bahwa saya butuh waktu yang lama untuk mencapai orgasme (30 menit atau lebih) dan saya sering tidak mencapai klimaks. Saya selalu seperti ini dan tidak seorangpun yang pernah mengatakan bahwa hal ini aneh. Akibat karena masalah orgasme ini, akhirnya membawa dampak buruk pada hubungan kami, dan pacar saya tidak tertarik untuk berhubungan seks lagi. Dia terbiasa bersama wanita yang memperoleh orgasme hanya beberapa menit dan hal ini sangat tidak mungkin untuk saya. Saya ingin sekali keluar dari masalah ini dan mencari cara untuk mempercepat orgasme. Saya terangsang tapi untuk mencapai klimaks, sangat sulit buat saya. Apakah anda dapat memberikan saran kepada saya?

Jawab: Sebenarnya tidak ada masalah dengan anda. Pacar anda hanya mempunyai harapan yang salah. Pertanyaannya adalah apakah pacar anda benar-benar mendapat orgasme atau hanya berpura-pura agar dapat membuatnya senang. 55% wanita biasanya hanya berpura-pura orgasme? Jika seks tidak menyenangkan buat anda sebaiknya jangan lakukan.

Saya hanya dapat menyarankan bagaimana jika anda mengenal vibrator untuk digunakan ketika anda bercinta, jika anda merasa membutuhkannya untuk mencapai orgasme secepat dan sesering mungkin. Gunakan tongkat ajaib Hitchi. Tempatkan lipatan handuk atau kain antara benda tersebut dengan vulva anda dan nikmatilah. Latihlah pada diri anda, kemudian tunjukkan pada pasangan anda bagaimana cara menggunakannya. Jika dia bermasalah dengan ide ini maka masalah sebenarnya ada padanya, bukan pada diri anda. Belilah salinan buku Betty Dodson “Seks For One” dan bacalah bersama-sama.

Jangan berkompromi dengan kesenangan seksual anda hanya untuk membuat pasangan anda senang. Jika anda tidak menjaga diri anda sendiri maka siapa yang akan menjaganya?

Home
Capturé par MemoWeb à partir de http://www.the-clitoris.com/f_html/qa_4/qa4_12.htm  le 6/1/2002