Tanya: Saya melahirkan bayi pertama 5 bulan yang lalu. Kejadiannya begitu cepat dan melahirkan alami tanpa rasa sakit yang berkepanjangan. Bagian yang paling menyakitkan dari proses melahirkan adalah ketika bidan (secata tidak sengaja) menekan dengan keras klitorisku selama masa kelahiran dan saya menjerit kesakitan karena hal itu. Saya yakin dia tidak merasakan sakit untuk selanjutnya. Sejak saat itu, klitorisku menjadi tidak sensitif. Saya dulunya sering mendapat orgasme, baik ketika saya sedang bermastrubasi, oral seks, atau ketika suami sedang merangsangku. Sekarang ini, saya masih merasa gairah seks secara phisik dan menikmati penetrasi seks tapi klitorisku sama sekali tidak terangsang. Kiltorisku telah kehilangan kesensitifannya dan saya hampir tidak pernah mendapat orgasme. Saya merasa mendapatkan seperti apa yang saya rasakan dahulu. Saya merasa takut bidan telah merusak beberapa urat saraf didalamnya yang mengakibatkan berkurangnya rasa nikmat ketika berhubungan seks. Saya mengurangi hubungan seks sejak melahirkan, saya bahkan tidak ingin melakukannya selama 6 bulan pertama dan suamiku mengikuti wajib militer selama 2,5 bulan. Dan saat itu saya hanya melakukan mastrubasi selama 2 kali (dan hasilnya tidak memuaskan). Kami melakukan hubungan seks sekitar 10 kali dalam 5 bulan. Kenyataan lain yang sebaiknya saya katakan bahwa saya adalah ibu menyusui. Saya berharap bahwa mungkin klitorisku hanya tidak sensitif karena saya sedang menyusui dan hormon-hormon berpengaruh karenanya untuk sementara waktu. Tolong jelaskan pada saya apakah hal ini salah atau apakah ada hal yang dapat saya lakukan? Jika anda berpikir bahwa klitorisku benar benar telah rusak, tolong katakan apakah ada hal yang dapat membantu saya dan apa yang sebaiknya saya lakukan kemudian.Jawab: Selama masa kehamilan dan menyusui, tubuh anda kurang memproduksi hormon testosterone. Klitoris anda sensitif karena adanya testosterone. Ukuran dan kesensitifannya dipengaruhi oleh testosterone. Tubuh wanita kurang memproduksi testosterone selama kehamilan dan menyusui karena anda telah hamil dan sedang merawat bayi. Tubuh anda tidak menginginkan hubungan seks atau haid kembali karena hal itu akan berkibat buruk untuk kesehatan anda dan bayi anda.
Untuk masalah yang sama, tubuh tidak memproduksi testosterone untuk tingkat yang sama karena tubuh memprioritaskan pada kehamilan dan air susu anda. Hal ini belum diketahui penyebabnya. Jika segala sesuatunya belum kembali normal setelah anda berhenti menyusui, temuilah dokter untuk memeriksa tingkat testosterone anda. Dokter akan menuliskan resep baik dalam bentuk pil maupun dalam bentuk krim. Carilah website untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai pengaruh testosterone pada seks wanita.
Menyusui sangat penting untuk anda dan bayi and,. Saya menyarankan anda untuk melanjutkan meskipun berefek negatif pada seks anda, prioritaskan hal tersebut, wanita menyusui bayi mereka sebaiknya selama 2 tahun hingga 3 tahun. Karena pengaruh lingkungan/ masyarakat banyak bayi yang beruntung jika mereka dapat menyusui lebih dari 6 minggu. Dan hal ini berkibat terhadap hubungan ibu dan anak.
Meskipun bidan anda melukai klitoris anda, saya tidak yakin dia menyebabkan luka permanen. Urat syaraf tidak akan terpotong. Saya berharap klitoris anda dapat memperbaiki dirinya sendiri. Jika bidan menampilkan episiotomy anda maka ceritanya akan lain, darah dan urat saraf mengalir melalui panggul dan lebih menuju klitoris anda. Dokter kadang tidak sepenuhnya memahami di mana urat saraf dan pembuluh darah dan mungkin karena hati-hati merusaknya. Saya kira tubuh anda akan atau telah menyembuhkan secara total meskipun apa yang terjadi.
Perubahan orgasme anda mungkin disebabkan otot panggul anda yang menjadi lemah karena melahirkan. Mulailah melakukan latihan kegel. Anda bisa mendapat informasi mengenai hal ini pada website ini, anda dapat menggunakan mesin pencari untuk menemukannya. Saya juga hubungkan ke website yang mempunyai informasi tentang Kegel, pada halaman Links.
Hal lain untuk dipertimbangkan, semakin anda lakukan hubungan seks, maka anda semakin menginginkan untuk berhubungan seks. Dengan kata lain, lakukan atau hilangkan. Terimalah kenyataan bahwa tubuh anda mungkin berkata pada anda untuk tidak melakukan hubungan seks sekarang ini, kelemahan seksual anda mungkin salah satu faktor. Jadwalkan waktu anda untuk bermastrubasi dan untuk suami anda meluangkan waktu untuk memijat vulvanya, klitoris dan vagina anda. Ketika anda sedang mandi, lakukan perawatan vulva untuk beberapa menit. Tujuan melakukan hal ini bukan untuk mendapatkan orgasme namun untuk mengalirkan atau mempertahankan aliran darah menuju alat kelamin anda. Jika terjadi orgasme maka hal itu terjadi secara tidak sengaja.
Jika anda tidak bergairah atau menikmati senggama kemudian mungkin lebih baik untuk tidak melakukan aktivitas ini. Namun saya tidak menyarankan untuk menghindari seks, mungkin lebih baik mengatakan pada suami untuk bermastrubasi. Anda sedang merawat bayi, dan anda mungkin tidak dapat menjadi mesin seks pada waktu yang sama.
Memilki bayi baru dirumah akan mempengaruhi kehidupan anda di berbagai bidang termasuk seksual anda. Hal ini terserah anda apakah hal ini membawa pengaruh positif dan negatif.
Perubahan seksual anda sekarang ini masih normal tapi tidak seharusnya hal ini menjadi permanen. Jika perubahan seksual tidak kembali normal, konsultasikan pada dokter mengenai kekhawatiran anda dan jangan biarkan jika dokter tidak meresponnya. Jika hal itu terjadi, temuilah dokter lain dan nyatakan kekhawatiran mengenai seksual anda.