Tanya: Saya dulunya sering mendapat orgasme, orgasme anda biasa saya dapatkan sebagaimana adanya sensasi yang menyenangkan banyak terdapat pada klitoris. Saya sekarang seorang perimenopause (47 tahun). Saya kehilangan kemampuan untuk mencapai orgasme. Dokter memberi saya suntikan testosterone dan dengan segera saya menjadi terangsang kembali dan tentu saja, itu bukan yang terakhir. Kemudian saya boleh memilih estratest karena saya tidak ingin tergantung pada suntikan. Estratest tidak bekerja, kemudian dokter melipat gandakan dosisnya dan saya tidak dapat membicarakannya dengan dokter karena rasa malu. Saya menderita banyak efek samping (seperti suara berubah, bulu wajah yang kasar, dll). Klitoris saya bertambah luas, saya menjadi panik ketika saya menyadarinya, saya segera berhenti untuk menggunakan estratest. Menunggu beberapa bulan kemudian menggunakan suntikan testosterone yang lain tanpa kembali merasakan sensasi yang nikmat di klitoris (suntikan-suntikan tersebut memberi saya seperti sebuah obsesi yang mengendalikan seksual saya dan saya putus orgasme dan saya mengalami beberapa jenis orgasme tapi bukan sensasi yang menyenangkan pada klitoris) tolong berikan saya saran. Saya tidak ingin hidup dengan cara seperti ini. Sekarang ini, saya telah berhenti menggunakan suntikan testosterone dan menggunakan estradiol (1/2 tablet setiap 2 mg sehari).Jawab: Sayang sekali anda merasakan bagaimana sulitnya produksi hormon secara alami dan jenis-jenis hormon yang biasa dihasilkan oleh tubuh wanita. Hormon merupakan bahan kimia yang sangat kompleks, lagi pula beberapa wanita memilki tingkatan dan kesensitifan pada diri mereka. Hormon-hormon ini berubah melalui siklus menstruasi wanita tiap bulannya, dan pada kehidupan wanita, tidak terdapat terapi perubahan hormon yang dapat bekerja pada setiap wanita. Seringkali, wanita dan dokter menemukan bahwa mereka harus menyesuaikan penggunaan terapi hormon wanita, karena itu kebutuhan untuk obat-obatan seperti itu terdaftar pada halaman Link.
Ini adalah buku: For Women Only pada halaman 113-114 yang mejelaskan mengenai estratest dan testosterone:
“Untuk wanita yang telah menopause, methytestosterone tersedia dalam bentuk pil pada estratest atau estratest H.S., untuk peningkatan “ sedikt gairah.” Tetapi keduanya di kombinasikan dengan estrogen dan methytestosterone. Estratest H.S mengandung 1,25 mg methytestosterone dan 0,625 mg estrogen, sedangkan untuk gairah penuh estratest mengadung 2,5 mg methytestosterone dan 1,25 mg estrogen. Pada setiap kesempatan wanita akan membutuhkan sedikit estrogen dan lebih banyak testosterone, atau vice versa, membuat kombinasi yang pasti sangat sulit untuk digunakan. Dalam keadaan ini, kami mempunyai ahli farmasi yaitu Dr. Ray Burns dari Urgent Care Pharmacy di Boston yang memformulasikan testosterone untuk kami. Kami berpikir dosis ideal untuk sebagian besar wanita yaitu antara 0,25 dan 2 mg per hari. Dosis yang rendah ini mempunyai keuntungan untuk meningkatkan libido dan respon, dan mengurangi resiko mendapatkan efek-efek negatif. (Untuk dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan tingginya kolesterol, menimbulkan liver, jerawat, kenaikan berat badan, pertumbuhan rambut yang terlalu banyak pada area pubic dan dada).”
“ Estratest pada kebanyakan adalah sebuah obat yang disetujui oleh FDA untuk pengobatan cahaya panas meskipun FDA tidak menyetujui pengobatan untuk orang yang kehilangan libido, penelitian mengenai hal ini mengakses libido dibawah kondisi perubahan dan kerugian estrogen.”
Dokter dapat memberikan kapsul testosterone untuk pasien wanita mereka dari apa yang disebut dengan “ramuan obat-obatan”, yang pada umumnya toko obat yang independent dan bukan merupakan bagian dari birokrasi yang besar menyuplai secara individu dosis-dosis testosterone. Ramuan obat-obatan selalu mempunyai lisensi mengambil bahan dasar dari pemasok obat dan mengemasnya atau “bahan campuran” ini untuk memenuhi resep dari dokter. Ini adalah sistem dari toko obat tua di sudut jalan sebelum perusahaan besar obat-obatan mulai membuat obat dengan pabrik dan mengemasnya dengan sedemikian rupa obat-obatan milik mereka.
“Testosterone tersedia dari ramuan obat-obatan dalam bentuk testosterone asli, testosterone propionate, testosterone ethanotate, atau sebagai methyltestosteron sintesis. Bahan-bahan farmasi dapat membuat dosis testosterone dalam bentuk tablet atau bahan semprotan, yang mana bahan kapsul akan menghindarkan liver dan mengeliminasi potensi-potensi kerusakan liver. Testosterone juga disediakan dalam bentuk krim yang mana telah banyak di lakukan di Australia dan di Inggris tetapi tidak disediakan di USA.”
Pada Halaman 116-117:
“ Estrogen dan testosterone krim: Kami menemukan keefektifannya pada banyak pasien, khususnya pada orang-orang yang membutuhkan pertolongan dengan bahan pengoles dan sensasi wanita yang menggunakan estrogen secara oral tapi wanita tersebut mempunyai vagina yang kering dan tidak nyaman, kami sering menyarankan mereka untuk menggunakan krim ini. Hal penting yang harus di garis bawahi, bagaimanapun estrogen dalam bentuk estradiol diserap kedalam tubuh. Krim yang disediakan dalam bentuk estrace atau premarin juga digunakan secara langsung pada vagina sekali dalam sehari (kadang-kadang wanita menggunakan pada vulva dan klitoris karena iritasi lokal, klitoris atau labia yang melekat). Karena jumlah estrogen yang diserap oleh tubuh dapat disignifikasikan, wanita yang pernah mengidap pendarahan klitoris atau kanker payudara, atau kanker endometrial sebaiknya tidak menggunakan krim ini. Wanita yang mempunyai iritasi vagina atau kekeringan pada vaginanya sebaiknya mempertimbangkan untuk menggunakan Estring atau Vagifem, yang akan memberi dosis yang rendah secara terus menerus pada jaringan vagina.”
“Krim testosterone di berikan dalam jumlah yang kecil pada klitoris dan labia dalam untuk membantu meningkatkan sensasi. Ini juga membantu jaringan pertumbuhan jaringan kelamin. Kita juga dapat menggunakannya sebagai suplemen dalam bentuk pil testosterone, tapi jangan menggunakannya untuk masalah libido, libido lebih baik di perlakukan secara oral. Kami telah menemukan krim dengan efektrifitas yang lebih besar untuk meningkatkan sensasi pada alat kelamin wanita selama rangsangan seks dan senggama.”
“Krim testosterone tersedia dari bahan obat-obatan yang sama dalam bentuk testosterone kapsul. Dosisnya 2% testosterone dalam bentuk krim, meskipun hal ini sangat tergantung pada pasien dan biasanya 1-3%. Dan krim ini sebaiknya digunakan 3 kali dalam seminggu menjelang tidur dan setengah jam sebelum melakukan hubungan seks jika hal ini tidak mengalami perubahan selama beberapa hari berhati-hatilah dalam menggunakannya. Penggunaan yang terlalu banyak dapat mengakibatkan peningkatan pertumbuhan bulu alat kelamin atau pembesaran klitoris. Begitu juga dengan pil testosterone, wanita hamil dan wanita yang sedang berencana untuk itu sebaiknya tidak menggunakan kirm testosterone.”
Krim testosterone sekarang ini dapat di pesan melalui internet. Pesan secara langsung. Testosterone merupakan hormon yang sangat kuat, jika diberikan pada klitoris maka dapat menyebabkan peningkatan ukuran dan sensitifitas; yang mungkin tidak berefek pada gairah seks. Gunakan
pompa klitoris, ini mungkin dapat meningkatkan aliran darah pengaruh testosterone pada tubuh dan seks wanita, berikut ini adalah tempat untuk mendapatkan krem testosterone.