The-Clitoris.com
Pertanyaan: Dokter saya telah mendiagnosa vagina saya bersifat lebih alkalis (basa) daripada asam. Pengeluaran pada vagina saya lebih putih dan lebih tebal daripada yang lainnya. Dia memberikan saya resep krim untuk membuatnya menjadi asam tetapi membuat sedikit iritasi. Apakah ada jamu atau sesuatu yang bisa saya gunakan untuk membuat cairan pengeluaran saya dan vagina saya menjadi lebih asam? Pengeluaran yang lebih tebal bisa memalukan selama hubungan intim.

Jawaban: Saat lingkungan bakteri pada vagina menjadi tidak seimbang sebagai akibat dari infeksi, bakteri akan menjadi bersifat alkalin, mengandung gula. Vagina secara normal merupakan suatu lingkungan yang bersifat asam untuk membantu mencegah infeksi. Vagina anda mungkin menjadi iritasi oleh infeksi bakteri ini dan akibatnya menjadi sensitif terhadap pengobatan yang dianjurkan pada anda. Saya tidak tahu pengobatan-pengobatan yang bagus dalam ingatan saya, tetapi saya tahu dimana anda bisa menemukan satu pengobatan tersebut, pergilah ke link yang diberikan di bawah dan carilah melalui pesan-pesan atau pertimbangkan mengikuti forum diskusi tersebut dan keluarkan pertanyaan anda kepada wanita lainnya yang merupakan anggotanya. Mereka telah mengatasi infeksi ini pada diri mereka sendiri dan mengetahui semua hal yang berkenaan dengan itu, lebih banyak daripada saya.

http://groups.yahoo.com/group/VulvarDisorders

Berikut ini informasi tambahannya.

Berikut ini adalah berdasarkan pada isi buku WomanCare dan telah dikirim ke grup diskusi di atas.

“Jamlah tertentu pengeluaran cairan vagina adalah normal, karena pengeluaran tersebut membantu membersihkan vagina dan menjaganya tetap sehat. Pengeluaran tersebut dibuat dari sekresi-sekresi dari kelenjar-kelenjar pada cervix (mulut rahim) dan dinding vagina. Jumlah dan bentuk sifat pengeluaran ini mengganti bagian dari siklus dan melebihi bagian dari hidup seorang wanita. Hal ini juga bervariasi dari wanita yang satu dengan wanita yang lainnya. Sebagian besar pengeluaran ini berwarna jernih atau putih susu, jumlahnya cukup, ini atau memiliki kepadatan yang berarti (encer) dan memiliki bau yang ringan. Para wanita yang melakukan latihan diri dari sendiri terbiasa dengan pengeluaran-pengeluaran balmorals dan mencari pengobatan untuk penyakit vaginitis pada stadium penyakit yang paling dini, saat mudah untuk diobati. Vaginitis dihubungkan dengan perubahan-perubahan vagina yang bersifat alkalin/keasaman vagina yang seimbang. Sebagian besar sekresi vagina lebih lanjut bersifat asam. Para ahli mengukur keasaman pada skala relatif yang disebut skala pH. Skala tersebut berkisar antara 1 sampai 14, dan 7 adalah mereka kondisi netral, begitulah, tidak bersifat alkaline (H9 mengandung gula ) dan tidak juga besifat asma. pH rata-rata vagina seorang wanita dalam tahun-tahun reproduksinya adalah sekitar 4,5 sampai 5,0. Kebanyakan organisme-organisme penyebab penyakit lebih menyukai lingkungan yang bersifat lebih asam misalnya trichononmaads, organisme-organisme tersebut bertanggung jawab pada trich, satu dari bentuk-bentuk vaginitis yang paling umum, yang tumbuh subur dalam PH 4,9 sampai 7,5. Monilia, organisme tersebut bertanggung jawab terhadap infeksi-infeksi ragi (jamur) yang lebih menyukai pH sekitar 5,4. Gonococci, bakteri yang menyebabkan gonorrhea, dan streptococci dan penyakit lainnya berkembang paling baik dalam pH 7,4. Pencegahannya, lingkungan yang sedikit asam pada vagina dihuni oleh bakteri yang dikenal sebagai lactobicilli, atau bacilli Doderlien, yang biasanya hidup dalam vagina. Tanpa mereka, vagina akan menjadi bersifat alkaline, untuk sekresi-sekresi cervix (mulut rahim) dan sel-sel yang terus menerus menjadi lumbung dari dinding vagina adalah bersifat alkaline. Sel-sel dinding vagina mengandung sejumlah besar gula yang dikenal sebagai glykogen. Gula ini diperoleh dari karbohidrat yang dimasukkan kedalam tubuh saat gula dan zat-zat tepung dimakan. Dan sel-sel dan dinding vagina yang merupakan lumbung dan terbongkar, melepaskan glikogen alkaline mereka, lactobacilli tersebut berubah menjadi gula dan asam encer yang dikenal sebagai asam laktat. pH vagina tersebut berubah dengan siklus. pH dari wanita yang menopause adalah sekitar 7. Perubahan-perubahan pH ini, digabung dengan kenyataan bahwa setelah menopause dinding-dinding vagina menjadi lebih tipis dan lebih mudah iritasi- sebuah kondisi yang diketahui dan vagintitis sebelum menapouse- menjelaskan mengapa begitu banyak para wanita menopause lemah terhadap vagintitis. Pil-pil pengontrol kelahiran juga merubah pH vagina. Hal ini benar terutama bagi para wanita yang menggunakan pil-pil estrogen dosis tinggi yang mengandung lebih dari 0,5 mg estrogen setiap pil. Kenyataannya, pil-pil tersebut membuat vagina begitu bersifat alkaline dimana beberapa wanita yang menggunakan pil tersebut terlibat masalah oleh infeksi-infeksi ragi yang berulang-ulang. Perubahan-perubahan emosi dan tingkatan siklus menstruasi semuanya bisa menyebabkan perubahan-perubahan dalam komposisi dan meningkatkan perubahan bau busuk pada sekresi-sekresi vagina, tetapi bau vagina biasanya bersasal dari organ-organ kelamin bagian luar.”

Berikut ini diambil dari buku A New View of a Woman's Body halaman 89.

“6-5 setiap wanita memiliki ragi didalam vagina sepanjang waktu. Saat ragi tersebut tumbuh terlalu cepat, bisa menyebabkan rasa panas saat buang air kecil, rasa gatal dan baret, keluaran yang menggumpal, kadang-kadang digambarkan sebagai “keju yang lembut” biasanya, pengobatan-pengobatan bekerja dengan baik seperti sebuah pengobatan dirumah yang sederhana: yogurt. Tidak dipasteurisasi, yogurt biasa mengandung Lactobacillus acidophilus, bakteri bersahabat yang menjaga pertumbuhan ragi dalam batas-batas normal. Penyebab umum dari kondisi ragi adalah menggunakan antibiotik, membunuh seluruh bakteri dan mengizinkan ragi Lactobacillus biasanya mengurangi pertumbuhan jamur dan gejala-gejala menghilang.

Sekresi dari infeksi trichomonas adalah berwarna kuning atau kehijau–hijauan dan berbau busuk. Dalam sebuah infeksi yang berat, mulut rahim (cervix) ditutupi dengan pengeluaran cairan yang banyak. Pengobatan dirumah yang paling umum untuk “trich” adalah obat semprot betadine (povidone-iodine), zat antibakteri tersedia ditoko obat. Obat semprot lainnya bisa terbuat dari goldenseal atau myrrh (satu sendok teh sampai ¼ sendok air), chickweed bath ( beberapa genggam dalam sebuah ember) atau anda bisa membuat sebuah supositori (obat rangsang buang air) bawang putih. (Sebuah bawang putih yang telah dikupas kulitnya dibungkus tipis-tipis dengan sarung tangan dan dimasukkan seperti sebuah tampon. Adalah ide yang bagus untuk meninggalkan ekor pada lapisan tipis seperti benang pada tampon, sehingga supositori tersebut bisa diambil kembali dengan mudah.)”

Banyak wanita tidak mengerti fungsi normal tubuh mereka dan membuat kesalahan dengan menganggap cairan normal vagina sebagai infeksi. Hal ini benar adanya, terutama untuk remaja-remaja dan orang-orang dewasa yang masih muda yang mempercayai semua cairan yang keluar dari vagina adalah buruk. Cairan normal vagina, seperti yang puber. Banyak remaja secara otomatis percaya ada sesuatu yang klitoris salah dengan mereka tetapi terlalu malu untuk mengatakan pada orang tua mereka dan para dokter.

Dengan adanya pengobatan-pengobatan ragi sekarang yang tersedia diseluruh konter etelase, hal ini menciptakan kemungkinan bahwa para remaja dan wanita-wanita akan mendiagnosa diri sendiri adanya infeksi ragi dan menggunakan produk-produk ini saat mereka tidak terlalu memerlukannya. Dengan melakukan hal tersebut bisa membahayakan vagina dan membawa pada beberapa masalah-masalah medis. Janganlah membeli melalui sebuah etalase/counter pengobatan ragi bila anda belum didiagnosa oleh dokter, juga mintalah dokter anda melakukan tes-tes yang perlu untuk mengenali dengan pasti apa tipe infeksi vagina yang anda alami sebelum memberikan resep bentuk pengobatan.

Saya juga ingin menunjukkan bahwa infeksi ragi adalah TIDAK normal. Bila anda mengalami infeksi ragi pada vagina yang berulang-ulang, ada sesuatu yang salah dan anda hanya mengobati gejala-gejala saja, bukan masalah. Jangan biarkan iklan untuk hal-hal ini diseluruh counter-counter produk menuntun anda untuk mempercayai bahwa infeksi ragi/ jamur bukanlah masalah besar dan tidak perlu untuk dikhawatirkan. Infeksi vagina yang tidak diobati atau diabaikan bisa membuat vagina menjadi sangat sakit dan melemahkan penyakit-penyakit vulva seperti para wanita pada link diatas yang dihubungkan ke forum diskusi bisa juga membuktikan kebenarannya.

Home