Selaput Dara


The Hymen (31K)
Klik pada Gambar untuk melihat secara keseluruhan Vulva
Foto yang lengkap dan anotasi dapat dilihat dengan meng-klik disini.
(Perhatian : file size is 825K)

 

Beberapa selaput dara cukup elastis untuk mengizinkan penis masuk tanpa merobek, atau hanya merobek sebagian kecil dari selaput dara. Ini biasanya memang benar jika perobekan pertama terjadi secara bertahap dengan jari tangan atau obyek lainnya selama periode tertentu. Sisa dari selaput dara biasanya masih ada sampai seorang wanita melahirkan bayinya secara normal. Selaput dara ini yang anda lihat dalam foto ini merupakan vulva dari wanita yang masih muda.

Ini timbul ketika ada banyak orang yang percaya bahwa selaput dara terletak di dalam vagina. Selaput dara, seperti yang terdapat dalam ilustrasi dibawah, merupakan bagian dari vulva, organ kelamin luar. Selaput dara terletak di luar vagina. Selaput dara merupakan lapisan tipis dari jaringan yang sebagian menutupi lubang vagina dari beberapa remaja dan wanita. Selaput dara juga sering dikatakan sebagai "cherry" dari seorang gadis atau perawan.

Selama awal masa pertumbuhan janin tidak ada pembukaan sampai ke vagina. Lapisan tipis yang menutupi vagina pada saat ini biasanya akan terbagi secara tidak lengkap sebelum masa kelahiran, yang membentuk selaput dara. Ukuran dan bentuk dari pembukaan atau jenis pembukaan sangat bervariasi. Beberapa gadis tidak memiliki selaput dara saat lahir, akibat dari selaput jaringan yang membagi secara lengkap saat mereka masih berada dalam kandungan.Terkadang pembentukan saat pembukaan bahkan tidak terjadi, menghasilkan imperforated selaput dara. Dokter harus memeriksa vulva dari bayi perempuan segera setelah kelahiran untuk memastikan bahwa selaput daranya tidak tertutup, juga orang tua si anak.(Jika menstruasi tidak dapat mengalir dengan bebas dari badan, maka nyeri hebat dan kram dapat terjadi selama haid, pada awal masa menstruasi dari seorang gadis)

Jaringan dari vulva biasanya sangat tipis dan lembut sebelum masa pubertas. setiap aktifitas yang dapat menyebabkan ketegangan dari jaringan vulva dapat meregangkan atau merobek selaput dara. Akibatnya, banyak gadis dan remaja yang merobek ataupun membuat selaput dara mereka menjadi lebar saat melakukan olahraga, mengendarai kuda, memasukkan tampon, dan saat masturbasi. Seorang gadis mungkin tidak tahu saat itu terjadi, terutama jika hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada darah yang keluar saat kejadian. Ini mungkin terjadi saat dia masih terlalu muda untuk mengingat atau mengerti tentang apa yang telah terjadi.

Ada atau tidak adanya selaput dara bukan merupakan indikasi keperawanan seorang gadis. Tak seorangpun dapat menentukan dengan pemeriksaan fisik sendiri apakah seorang wanita atau remaja telah melakukan hubungan seks lewat vagina. Hanya sekitar 50% dari remaja dan wanita mengalami pendarahan pada saat pertama melakukan hubungan seks, sehingga darah dapat mewarnai seprai tempat tidur bukanlah merupakan indikator dari awal keperawanan. Selaput dara dari beberapa wanita robek lebih dari satu kali (biasanya). Bahkan ada selaput dara yang cukup elastis sehingga memungkinkan penis untuk masuk tanpa merobek, atau hanya merobek sebagian. Ini biasanya benar jika pelebaran pertama terjadi secara bertahap dengan tangan atau objek lainnya selama kurun waktu tertentu. Virginity merupakan atribut spiritual, bukan hanya fisik.

Selaput dara tidak menghilang secara ajaib bila sesuatu dimasukkan ke dalam vagina, ini hanya akan meregang atau sedikit robek sebagai jalan dari apaun yang telah dimasukkan. Sebagai contoh, seorang remaja memasukkan dua jari tangan ke dalam vaginanya saat masturbasi, selaput daranya mungkin masih akan robek saat dia melakukan hubungan seks vagina untuk pertama kali, karena rata-rata ukuran penis lebih besar daripada dua jari tangan. Seorang wanita yang telah melakukan mungkin masih memiliki selaput hymeneal saat ini; selaput yang tersisa ini dapat menjadi penyebab sakit saat melakukan hubungan. Jika pasangan dia sekarang memiliki penis yang lebih besar daripada pasangan sebelumnya, atau pasangan yang mecoba teknik baru atau posisi lain dalam saling berhubungan, selaput daranya mungkin dapat terobek lagi, atau untuk pertama kali. Saat dokter memeriksa gadis remaja dan dewasa dalam masalah pelecehan seksual, mereka biasanya mencari luka pada selaput dara. Selaput dara mungkin masih utuh kecuali untuk satu kali robekan. Sisa dari selaput dara biasanya masih ada sampai seorang wanita melahirkan anak lewat vagina.

 

The Hymen (18K)
Wanita ini telah melakukan hubungan seks lewat vagina

The Hymen (18K)
Tidak ada selaput hymeneal yang tampak dalam gambar ini

Klik Pada Gambar Untuk Melihat Tampilan Lebih Besar

The Hymen 1 (85K)
Dari buku "Masters and Johnson on Sex and Human Loving" Halaman 34.
Copyright 1982,1985, 1986, By William H. Masters, M.D.,
Virginia E. Johnson, and Robert C. Kolodny

The Hymen 2 (126K)
Dari buku "Pediatric and Adolescent Gynecology" Halaman 17
Copyright 1994 W. B. Saunders Company


Home