Artikel ini ditulis sebagai bagian dari respon terhadap catatan May's berdasarkan pengalaman kepuasan seksual sewaktu mendapatkan perkosaan yang terjadi ketika dia berumur 7 tahun. Ini jelas merupakan pelecehan seksual dari prespektif "seksual". Seks seharusnya menjadi satu aspek yang positif dari hidup kita secara alami. Sebagai hasil, artikel ini mungkin menimbulkan konflik secara sosial dan perspektif hukum dari pelecehan seksual. Perspektif ini seringkali diserahkan kepada individual perseorangan. Ini bukan tujuan dari artikel ini untuk mendukung ataupun mengampuni pelecehan seksual atau segala macam seks yang tidak pantas. Semua aktivitas seks seperti ini adalah ilegal untuk hukum dan alasan yang benar.
Ini bukan pertama kali saya belajar tentang pengalaman kepuasan seksual wanita, dan dalam beberapa kasus orgasme, dalam pengaruh pemerkosaan, pelecehan seksual, hubungan terlarang atau aktivitas seks yang tidak pantas. Meskipun kita telah dituntun untuk percaya, pengalaman dan respons dari remaja dan wanita ini adalah "normal."
Seperti telah dijelaskan di tempat lain dari website ini, organ seksual dari gadis dewasa, termasuk otak mereka, berfungsi secara penuh sejak mereka dilahirkan, bahkan sebelum itu. Biasanya kita diberitahukan oleh masyarakat bahwa seksualitas perempuan tidak tampak sampai dia mengalami pubertas, jika dia dibiarkan untuk menjadi seksi, bukan hanya menjadi keibuan. Pubertas seringkali berkaitan dengan kedewasaan menjadi ibu daripada kedewasaan secara seksual. Ini mungkin mengejutkan banyak orang bahwa banyak remaja dewasa memiliki bagian seksual sebagai hiasan psikologi dan respons fisik mereka. Terkadang, gadis remaja lebih "seksi" daripada wanita dewasa jika mereka tidak dikondisikan oleh masyarakat atau belajar tentang respons seksual yang pantas. Sayang sekali, ini membuat mereka lebih mudah menjadi target atau korban yang mudah dari predator seks. Pernyataan terakhir ini bukan hanya dimaksudkan untuk menyatakan setiap episode dari korban hasil perlakuan seksual remaja ataupun dewasa. Beberapa gadis remaja dan dewasa memiliki hubungan yang baik dan hubungan seksual yang bermanfaat dengan kawan sebaya mereka.
Masyarakat kita mengatakan bahwa gadis remaja tidak seksi sedikitpun, mereka merupakan hasil dari lingkungan. Mere kadilahirkan "perawan" dalam arti yang sangat penting. Gadis yang normal dan polos dilapor kanbebas dari segala sesuatu yang merupakan seksual alami. Masyarakat mengatakan bahwa seksualitas wanita tidak berasal dari dalam, yang bukan merupakan pembawaan dari identitasnya. Seksualitas harus dipaksakan kepadanya karena dia tidak bersedia untuk menerima ini. Jika seorang gadis memiliki seksualitas, pasti ada seseorang atau sesuatu yang membuatnya seksi, mencuri "kepolosannya". Seorang gadis diperhati-hatikan tentang klitoris atau bagian seksual alami dari diri mereka, dia secara seksual dilecehkan, memakai pakaian yang ketat atau mengkonsumsi banyak makanan yang dapat menstimulasi. Sesuatu dari badan alami harus mengambil tindakan atas dirinya. Yang berarti bahwa harus ada orang yang membuat dia berbuat salah karena telah mereka telah mengeksposnya atau tidak melindungi dirinya dari hal tersebut. Setiap gadis yang tahu cara bermasturbasi terlibat dalam hubungan seksual dengan teman sebaya, atau secara rahasia menyaksikan orang tua mereka bermain cinta saat dia masih sangat be lia,ini jelas tidak benar. Anak-anak kita sudahmerupakan bagian dari seksual.
Jika kebanyakan wanita dewasa sangat menyukai atau menemukan beberapa jenis stimulasi fisik seksual yang menyenan gkan,mungkin pula pada gadis remaja atau dewasa, jika stimulasi yang diberikan pada mereka tepat dan sesuai dengan perkembangan fisik dan seksual mereka. Secara kronologis tidak ada sangkut pautnya dengan ini. Kita menerima bahwa wanita dewasa biasanya menyukai stimulasi yang lembut dari organ genital dengan tangan dan mulut. Masyarakat tidak mengetahui bahwa gadis remaja juga dapat menikmati bentuk stimulasi yang sama. Syaraf yang mengatur stimulasi rasa seksual dan jalan menuju ke otak sudah ada sejak lahir, dan berfungsi dengan penuh. Sebagai hasil, seorang gadis remaja dapat memiliki pengalaman kepuasan seksual dan orgasme. Dan dia tidak perlu mengetahui bahwa kepuasan merupakan hasilnya atau menginginkan kepuasaan, harus ada. Hal ini mungkin terjadi, karena ini yang diharapkan terjadi, secara otomatis. Dia juga memiliki kontrol yang sama atas respons seksualnya seperti kemampuan untuk tertawa ataupun menangis.
Penting untuk diketahui bahwa gadis remaja belum memiliki organ-organ reproduksi internal, setidaknya tidak dalam bentuk dewasa seperti yang kita inginkan. Sebelum masa puber, seluruh organ-organ dalam pada dasarnya hanya merupakan satu organ tunggal yang tidak ditujukan atau sesuai untuk penetrasi apapun. Hal inilah mengapa penetrasi seringkali sangat menyakitkan dan merusak tubuh gadis. Kerusakan tersebut tidak dapat berubah, yang dapat mengakibatkan ketidaksuburan di kehidupan selanjutnya. Karena masyarakat kebanyakan berpikir tentang penetrasi dan banyak remaja laki-laki dan pria-pria dewasa tidak mengetahui dengan baik bagaimana menstimulasi (merangsang) wanita dewasa, gadis-gadisdan remaja-remaja secara seksual maka akan memiliki resiko tinggi dari pengalaman yang menyakitkan dan kerusakan fisik akibat dari penyimpangan seksual. Sejak kami salah mengatakan bahwa gadis yang belum dewasa mempunyai vagina, saat mereka tepatnya hanya mempunyai vulva, kita mungkin mengekspos mereka untuk kemungkinan yang lebih rentan terhadap pelecehan seksual. Walaupun demikian, seseorang seharusnya mengetahui jika sebuah benda yang lebih besar dari lengan bawah dari seorang gadis seharusnya tidak dimaksudkan ke dalam mulutnya, vagina, ataupun ke dalam anus mereka, walaupun kenyataan yang ada terlihat menghindarkan! Jika pelaku kejahatan terhadap perempuan tidak mempunyai penis, mereka kemungkinannya kurang mencoba penetrasi, ini tidak mengurangi trauma emosional.
Bagaimana fungsi-fungsi tubuh kita seringkali lebih ditentukan oleh faktor fisiologi dari pada psikologis, sepertikebutuhan akan pertahanan. Akibatnya, kita seringkali mempunyai kontrol yang terbatas, atau setidaknya kurangnya kontrol dari apa yang kita inginkan, terhadap respon dan reaksi dari situasi yang ada. Saat kita berada dibawah tekanan atau ketakutan, kita bisa kembali ke sebuahinsting (naluri) atau respon terhadap situasi tersebut. Hormon yang dilepaskan oleh tubuh kita dalam jumlah yang besar yang mempengaruhi pikiran-pikiran kita dan respon-respon fisik dalam situasi ini. Tingginya sensor persepsi kita mungkin membuat kita lebih menyadari sensasi-sensasi fisik. Ini berarti bukan hanya tubuh gadis yang bisa memberikan respon dalam cara yang dia tidak harapkan atau mengerti, begitu juga pikirannya, menghasilkan aksi dan reaksi yang mungkin terlihat tidak pantas saat kita melihat kembali pada mereka pada kondisi hidup yang berbeda. Ini penting bahwa kita tidak lupa konteks dibawah dimana hal-hal ini terjadi.
Insting pertahanan kita dapat memberi kekuatan untuk beradaptasi dan merespon cara yang pertama kali muncul menjadi sesuatu yang tidak logis dan tidak pantas. Hal ini mungkin sesuai pada seorang gadis muda daripada daripada orang dewasa sejak dia kurang "mengetahui " dan lebih banyakbertindak berdasarkan pada insting. Sejak seoranggadis muda harus mengandalkan orang lain untuk melengkapi semua ke butuhanfisik dan emosionalnya, kebutuhan utama bisa menyebabkannya dengan suka rela menerima peristiwa aktivitas seksual yang dilakukan berulang-ulang. Aktivitas seksual ini tidak perlu menjadi kesenangan secara fi sik bagimereka yang secara tidak langsung mengisi beberapa kebutuhan emosional. Kebutuhan menda sar gadisakan cinta dan dukungan membuatnya sangat rapuh. Jawaban dari pertanyaanapakah seorang gadis bertindak benar bisamenjadi jawaban yang terbaik oleh kenyataan bahwa dapatkah dia menanyakan pertanyaan tersebut. Jika dia dapat menanyakan pertanyaan tersebut, dia bertindak benar, dia akan selamat.
Saya telah membaca catatan seor ang wanitatentang bagaimana sebagai gadis muda sangat menanti saat ayahnya memandikannya karena dia (ayahnya) setelah itu akan merangsang secara oral vulvanya, dia menemukan bahwa hal tersebut sangat menyenangkan. Pada saat dia dapat mengerti mengapa dia (sang ayah) memperlakukannya begitu buruk setelah itu, mungkin dia tidak menyadari telah menyalahkannya atas apa yang dia (sang ayah) telah lakukan. Dia kemudian berpikir apakah dia telah berbuat salah, dan mulai menyalahkan diri sendiri. Oleh karena itu, dia berusaha lebih keras untuk menyenangkan ayahnya. Wanita lainnya telah melaporkan bagaimana sebagai seorang remaja dia secara emosional, secara fisik dan seksualdijamah oleh kakak laki-lakinya, dan kemudian secara tidak sengaja dia menemukan bahwa dirinya sendiri sangat menantikan saat untuk melakukan hubungan seksual dengannya, karena dengan pada saat seperti itulah sang kakak ber sikap man iskepadanya.Dia mendapatkan dirinya yang menikmati aktivitas seksual yang dilakukan dengan kakaknya. Saat ini saya yakin dia sangat bingung dengan reaksi dan segala tindakannya sangat tidak tepat. Kedua ga dis-gadis inimengalami penyalahgunaan secara emosional dan atau fisik yang menyertainya dengan kesenangan seksual . Tindakan menyimpang yang mereka alami adalah sangat beraneka ragam.
Bahkan jika seorang lain yang berada dalam tipe-tipe situasi seperti yang diceritakan diatas tidak mendapatkan diri mereka berada dalam waktu-waktu yang menyenangkan, Kedua wanita ini dan yang lainnya seperti halnya mere ka yang tidakbertin dakatau merespondengan tepat. Bagaimana seorang gadis, remaja, atau wanita bereaksi, berpengalaman, dan melindungi dirinya sendiri dalam dan setelah peristiwa-peristiwa ini merupakan sesuatu hal yang sangat individual. Ini tidak lebih bermanfaat untuk menentangnya daripada untuk mengabulkannya. Tidak ada kebenaran atau respon yang lebih pantas. Sebagai akibatnya, anda tidak bisa mengatakan bahwaanda mengetahui bagaimana perasaan mereka atau bagaimana rasanya, bahkan jika anda telah mengalamisituasi dan kondisi yang sama. Anda pasti tidak ber ada dalam posisiuntuk menghukum mereka. Seorang wanita yang betul-betu l mengalam ikesenangan seksualatau yang merasa puas mungkin tidak bicara tentang pengalaman-pengalamannya pada ketakutan-ketakutan yang menjadi pegangan pada rasa bersalah. Ini pa tut disayangkan, danakibat yang terjadi pada masyarakat yang menjadikannya korban sama seperti pelaku kejahatan yang sebenarnya.
Jelas bahwa beberapa bentuk penyimpangan secara fisik atau emosional hampir selalu menyertai pelecehan seksual. Hal ini disebabkan karena hubungan seksual antara orang dewasa dan anak-anak dianggap sangat tidak pantas dan karena itu dianggap melanggar hukum oleh masyarakat, setidaknya m asyarakarat di duniabarat. Kita juga tidak mengetahui seksualitas pada masa anak-anak. Anak-aak belajar pada usia mudabahwa seks dan alat kelamin mereka adalah sesuatu yang harus disembunyikan dan bukan sesuatu yang harus mereka periksa atau mengizinkan orang lain-lain ntuk memeriksanya. Kesopanan yang dipelajari, bukan secara naluriah. Ini berarti bahwa bagi orang dewasa, atau anak yang lebih tua, untuk melakukan hubungan seks, atau pertualangan seksual, dengan seorang anak mereka sering harus mengandalkan kekuatan fisik atau kekuatan emosional untuk memastikan atau mendapatkan kerja sama dari anak kecil. Jika tidak membutuhkan kekuatan untuk mendapatkan anak yang bersedia, yang terkadang menajdi suatu masa lah, sering kali perlumenggunakan ancaman-ancaman at au kekerasan-kekerasanfisik yang sebenarnya untuk menjaga agar anak tidak berbicara tentang apa yang telah terjadi. Kadangkala orang dewasa menyalahkan a nak dan menghukum mer ekaatas tindakan-tindakanmereka sendiri, hal ini disebut kekerasan. Sebagai akibatnya, sangat jarang untuk menjadi "hanya seks", atau penyimpangan seksualsendiri yang berperan. Bahkan jika seks tidak berwujud kasar, menyenangkan, hasil akhirnya adalah bahwa ini merupakan hal yang kasar dan multidimensional.
Diatas saya menggunakan kata "mengabulkan". Kita sering mengatakan "mengabulkan" yang berarti memberikan izin dengan "suka rela", untuk melakukan sesuatu dengan bebas. seorang gadis remaja ataupun dewasa dapat "mengabulkan" pelecehan seksual ataupun perlakuan seksual yang tidak pantas. Dia mungkin bersedia melakukan aktifitas seksual walaupun dia tahu bahwa hal tersebut tidak pantas. Itu tidak harus menyenangkan atau dapat dinikmati, itu mungkin saja jelek dan menyakitkan. Melihat ke belakang, seorang wanita sebagai hasilnya mungkin akan meyalahkan dirinya atas seluruh kejadian atau dari sebagian peristiwa yang terjadi. Jawaban masyarakat atas dilema ini hanyalah dengan mengatakan bahwa dia tidak mampu memberikan persetujuan karena dia masih kecil, belum dewasa. Saya pikir perempuan masih sulit menerima pandangan ini, karena alasan bahwa mereka masih kecil tidak berbeda dengan alasan sebagai orang dewasa. Mereka tahu mana yang benar dari yang salah. Ini juga menggambarkan sikap yang merendahkan anak-anak kita.
Ini berarti pemberian definisi dari kata "mengizinkan" tidak sesuai dalam semua kasus a taupun tidak selalu tepat.Saya merasa lebih tepat mengatakan, "mengizinkan berarti untuk membuat suatu keputusan yang dapat memberikan keuntungan pada kita." Jika anda mengizinkan, berarti anda membuat keputusan sebagai apa yang terbaik untuk anda, atau untuk orang yang anda peduli, berdasarkan kondisi. Jika seseorang memperlakukan anda dengan kasar atau anda ditakut-takuti oleh mereka, anda mungkin saja bersedia melakukan aktifitas seksual dengan mereka. Anda tidak harus, anda dapat memilih untuk bertahan, dan ada yang memang sanggup, tetapi tidak semuanya. Keputusan yang dibuat berlawanan dengan melakukannya secara benar-benar sukarela. Anda dapat memilih untuk terlibat dalam aktifitas seksual dengan tujuan untuk menghindari pelecehan secara fisik atau emosi. Sorang gadis atau remaja mungkin memperdagangkan seks untuk mendapatkan uang atau hadiah karena ada kegunaan dari mendapatkan hadiah dan uang, atau dengan pikiran bahwa seseorang akan memberikan mereka atau membolehkan mereka untuk mendapatkannya. Defenisi ini khususnya ditujukan untuk emosi yang tidak jelas. Seorang gadis mungkin memperdagangkan seks untuk merasakan bagaimana disayangi karena dia melihat keuntungan dari perasaan disayangi dan diterima. Dia mungkin membuat keputusan secara sadar maupun tidak sadar selama si pemangsa mencintainya, dia akan melakukan apapun yang dia harus lakukan untuk mem pertahankan cinta tersebut.Saya tidak tahu apabila saya telah membuat pernyataan yang meyakinkan, tetapi saya mencoba menggambarkan bahwa meskipun seorang gadis bersedia melakukan aktifitas seksual, mengizinkan, dia bukanlah orang yang harus disalahkan atau ditimpakan kesalahan.
Bagimana seorang gadis atau remaja mengalami dan bersikap terhadap peristiwa perkosaan, pelecehan seks, hubungan terlarang atau seks yang tidak normal seringkali membatasi hubungan yang dia miliki dengan orang yang melakukan tindakan tersebut. Semakin dia mempercayai orang tersebut, semakin besar peluang yang dia berikan kepada mereka untuk melakukannya, dan semakin besar sensasi fisik yang dia alami, meskipun dia mengetahui bahwa aktifitas ini adalah salah dan terlarang. Ini karena dia ingin percaya bahwa orang yang sangat dia sayangi, dan kepada siapa dia ingin juga disukai atau mencintai dirinya sebagai balasan, tidak akan menyakitinya. Dia tidak bertindak secara tidak tepat karena orang yang dia percaya akan bersikap menurut kebaikannya, tidak mementingkan diri sendiri.Ini mengapa sistem hukum kita mengadaptasi aturan yang secara khusus untuk menghukum orang yang telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan itu.
Tingkat pendidikan dan pengetahuan dapat mempengaruhi reaksi seorang gadis terhadap pelecehan seksual. Seorang gadis yang sangat muda mungkin tidak me ngetahui bahwa ini salah danmungkin tidak mengetahuinya sampai dia mulai lebih dewasa. Banyak gadis menganggap semua teman mereka melakuka n aktifitas yang sama. Pembukaan rahasia tentang apa yang telah terjadi adalah salah dapat terjadi tiba-tiba atau pelan-pelan selama periode waktu tertentu. Ini dikarenakan perspektif seorang gadis sendiri terhadap pelecehan mungkin berbeda dengan masyarakat, atau mungkin dia tidak mau merasa bersalah. Dia tidak ingin mengetahui bahwa orang yang sangat dia sayangi mampu melakukan hal ini terhadapnya. Seorang perempuan tidak seharusnya merasa dia wajib memiliki "pengetahuan sendiri" bahwa hal ini adalah salah dan dapat bertahan atau mencegah kejadian tersebut. Karena kita seharusnya dilahirkan tanpa seksual, beberapa menganggap kita seharusnya mengetahui bahwa seks itu adalah dosa, tetapi kita tidak diperhati-hatikan tentang apa seks itu, sehingga terjadi kontradiksi dalam alasan ini.
Keinginan kita untuk menyenangkan orang tua dan penjaga kita adalah kebutuhan untuk melangsungkankehidupan. Seorang gadis yang mengalami rasa sakit melakukan perbuatan penyimpangan seksual sering bert anya-tanya apa yang telah dialakukan tersebut adalah salah dan mengapa d ia dihukum dengan penyimpanganapa yang terjadi. Jika dia gadis yang baik, mereka tidak akan menyakitinya. Akibatnya dia akan mencoba menjadi anak yang lebih baik, mungkin dengan menjadi pasangan seksual yang lebih memuaskan. Respon seperti ini biasanya menhasilkan kepercayaanyang buta yang harus kita berikan kepada orang yangmemelihara kita sampai masa desawa. Jika kita tidak mengikutinya dengan membabi buta, bagaimana mungkin kita bisa hidup l ama sampai mencapai kedewasaan?Jika kita hanya melakukan apa yang kita inginkan, berapa lama kita akan hidup? Kita menafsirkan sesuatu yang menyenangkan sebagai penghargaan atas hal benar yang kita lakukan dan semua yang tidak menyenangkan merupakanpertanda bahwa kita telah melakukan kesalahan. ini merupakan satu dasar, secara naluri, aturan yang kita jalani.
Seorang wanita atau remaja yang memperoleh kepuasan seksual dalam suatu peris tiwa penyimpangan seksual sebagaiseorang anak tidak seharusnya, tidak wajib, menyangkal perasaan-perasaan ini, atau menyalahkan diri sendiri. Dia seharusnya ti dak menyalahkan tubuhnya. Tubuhnyatidakakan mengkhianatinya, demikian pula pikirannya. Dia butuh melampiaskan kesalahan pada orang yang melakukan tindakan ini, bukan pikiran dan tubuhnya. Hal ini benar bahkan jika dia "mengizinkan" pada waktu itu dan menantikan aktivitas-aktivitas ini. Jika anda bersedia dan memperoleh kepuasan lebih daripada bahwa anda dimanfaatkan, dieksploitasi, dan mengakibatkan perkembangan seksual yang tidak pantas. Anda tetap tidak "bersalah". Tubuh anda tidak wajib atau tidak berhak untuk dihukum. Timpakan kesalahan pada yang semestinya.Seorang wanita yang memperoleh kepuasan seksual dalam peristiwa penyimpangan seksual dapat memiliki waktu yang sulit untuk belajar menyukai hubungan seks atas dasar suka satu sama lain daripada wanita yang hanya mengalami rasa sakit saja. Jika ini menyakitkan, ini mendukung konsep bahwa hal tersebut adalah jelek dan salah. Anda mengetahui hubungan seks ini seharusnya menyenangkan dan lebih penting, "merasa berbeda" jika anda berada dalam situasi ini, sekali lagi anda mendapat kembali kemampuan untuk mempercayai seseorang dan dapat menjadi akrab dengan mereka, anda hanya membuka pintu menuju kesenangan seksual, yang bisa secara pasti menjadi pintu ke satu jalan yang panjang, berliku-liku dan jalan yang mendaki. Remaja dan wanita dalam situasi ini masih butuh untuk mempelajari bahwa seks itu menyenangkan, tidak menyakitkan. Ini dapat mengambil waktu dan kesabaran dalam mengatasi respons biasa dalam hubungan seksual.
Dengan kata lain, jika anda tumbuh berkembang dalam kepercayaan bahwa sensasi seksual yang normal dan perasaannya adalah buruk dan tidak pantas, ini akan menjadi sangat sulit untuk belajar menikmati hubungan seks biasa sebagai seorang remaja atau orang dewasa. Hal ini disebabkan karena semua sensasi-sensa si yang timbul selama hubungan seksmengingatkan anda terhadap apa yang terjadi di waktu lampau dan anda secara alami ingin menghilangkan diri anda dari memori-memori tersebut dan situasi sekarang. Hubungan seks atas dasar sama suka mungkin tidak "terasa berbeda" dari hubungan seks bukan atas dasar sama suka consensual, kecuali anda menerima perasaan anda dan respon-respon tersebut sebagai hal yang normal dalam KEDUA situasi tersebut, anda mungkin merasa kurang nyaman dengan seksualitas dan respon seksual anda. Seorang wanita mungkin mengalami orgasme ketika secara seksual dilecehkan harus dapat "secara jujur" mengatakan pada dirinya bahwa dia menyukai orgasme itu sama seperti yang dia dapatkan sewaktu melakukan masturbasi dan hubungan seks dengan pasangannya nanti. Orgasme tidaklah selamanya benar atau salah, ini hanya orgasme. Hal ini berlaku juga terhadap kepuasan seksual. Ini dapat menjadi satu tantangan bagi seorang wanita untuk menerima kepuasan seksual dan orgasme sebagai hal yang normal dan menyenangkan jika dihubungkan dengan pengalaman buruknya.
Ada banyak peristiwa "pelecehan seksual" dimana tidak ada bagian "seksual" yang ada pada mereka lebih daripada kenyataan bahwa ini melibatkan organ seksual seseorang. Kejadian ini merupakan kasus nyata dari pelecehan emosi dan/atau fisik atau terorisme. Pemerkosaan dewasa ini biasanya didefinisikan sebagai sebuah perbuatan kekerasan, bukan sebagai perbuatan seksual. Tidak ada kesenangan seksual yang terlibat atau mengambil bagian di dalamnya, bahkan jika terjadi orgasme. Sang pemerkosa hanya tertarik dalam mengatur atau mendominasi orang yang mereka serang. Si korban menjadi sebuah obyek melawan seseorang. Gadis remaja atau dewasa yang terbangun ditengah malam dalam kamar tidurnya yang gelap karena perasaan ada seseorang yang berusaha memasukkan penis atau tangan ke dalam vaginanya tidak akan memiliki pengalaman seksual, dia akan mengalami kesakitan dan teror secara psikologi. Ini juga berlaku terhadap penetrasi anus dan mulut pada situasi yang sama. Seorang gadis yang ketakutan pada ayah atau penjaganya akan menjadi ketakutan dari dan oleh semua kontak fisik dengan mereka. Wanita yang mengalami masalah seperti ini mungkin tidak dapat mengerti bagaimana ini dapat menjadi faktor menyenangkan dalam "pelec ehan seksual" dan tetap menolakkemungkinan untuk hal ini dapat terjadi. Untuk beberapa kasus penyimpangan mungkin dimulai seperti yang telah dijelaskan akan tetapi berubah secara perlahan berubah menjadi pengalamansecara fisik menyenangkan, seperti pikiran dan tubuh mereka teradaptasi dan mencoba dan akhirnya bertahan. Pelecehan secara fisik dan psikologis dapat secara tidak tepat dikatakan sebagai pelecehan seksual. Pelecehan seksual, ditinjau dari perspektif seksual, mungkin jarang terjadi. Beberapa mungkin memperdebatkan bahwa ini hanya "seksual" secara alami, tidak mungkin menjadi sebuah pelecehan.
Karena pelecehan seksual dapat terjadi dan bahk an sangat beraneka ragam , seseorangyang mengalaminya mungkin ingin mengetahuinya dari pandangan yang berbeda bukan hanya dari sudut pandang "seksual". Ini mungkin membantu mereka untuk menemukan istilah atas apa yang telah terjadi. "Pelecehan seksual" biasanya terdiri dari pelecehan secara psikologis dan fisik dan akhirnya menjadi pelecehan seksual. Sebuah kunci penting untuk mengetahui apakah memang telah terjadi pelecehan seksual atau hanya pelecehan secara psikologis atau fisik. Seorang wanita harus mencegah terjadinya pelecehan sampai ke intinya untuk mengerti tindakan-tindakan dan reaksi-reaksinya.Hubungan anda dengan pelaku, apakah anda menyukai atau takut kepada mereka, dapat mempengaruhi bagaimana anda bersikap terhadap pelecehan tersebut. Dalam situasi dimana terjadi pelecehan, apakah anda merasa aman atau sangat rapuh ? apakah saat itu anda mengetahui bahwa yang terjadi adalah salah dan merupakan pelecehan ? apakah anda secara fisik disakiti atau dihukum , apakah anda takut ini akan terjadi ? Apakah kontak "seksual" yang tepat diberikan pada anda berdasarkan tingkat perkembangan fisik dan emosional anda ? Hubungan yang bersifat pelecehan sangat jarang hanya merupakan gambaran hitam putih, terdapat banyakbayang-bayang dan daerah yang kelabu.
Jika anda mengalami kesenangan seksual atau orgasme, ini harus dianggap terpisah dari bentuk -bentuk lain pelecehan. Ini mungkin timbul secara bersamaan yang tidak memiliki hubungan dengan yang lainnya. Apabila anda betul-betul mengalami kesenangan, ingatlah bahwa tubuh anda hanya melakukan sesuatu seperti yang dihara pkan dan pelaku kejahatan mungkinmerangsang anda dalam cara yang pantas, berbeda seperti yang seharusnya. Ini tidak berarti bahwa motif mereka adalah benar. Mereka ingin membuat tubuh anda melawan kehendak anda, yang secara psikologis menyiksa anda secara berlawanan dengan memberikan anda kesenangan. Jika anda mengalami kesakitan maka ini menjadi peristiwa pelecehan secara fisik atau psikologis. Secara sederhana kumpulkan saja semuanya dibawah nama "peleceha n seksual", bisa mempunyaipengaruhyang sangat efektif pada kehidupan seksualitas anda selanjutnya. Jika ini bukan seksual, anda tidak ingin memberikan nama yang tidak benar.
Ada sejumlah kecil persentase, jumlah sebenarnya adalah tidak mungkin untuk membatasi sebagian bersedia untuk mengakui
dari wanita yang bersedia terlibat dalam aktifitas seksual dengan pasangan yang tidak cocok bagi gadis dan remaja. Tidak menggunakan kekuatan dan intimidasi. Perempuan ini tidak merasa menjadi korban dan merasa tersinggung jika seseorang menyatakan pada mereka secara tidak langsung, atau bahwa mereka berlaku tidak pantas. Saya telah melihat sejumlah wanita yang mengakui atau hint dengan hubungan seperti ini. Terkadang mereka mengetahui bahwa aktifitas ini adalah salah, ilegal dan dianggap tidak pantas, akan tetapi saat itu mereka terlalu muda untuk mengerti perbedaannya. Sedangkan yang lainnya bersedia terlibat dalam hubungan seks dengan orang yang tidak sesuai, keluarga dekat, selama masa pubertas, terkadang melanjutkan hubungan tersebut sampai mereka dewasa.Seorang wanita melakukan hubungan seks dengan dua saudara laki-lakinya sewaktu dia masih remaja. Sejumlah wanita telah mengakui bahwa mereka memiliki hubungan seperti itu dengan ayahnya, atau laki-laki penjaganya. Meskipun secara sosial dan hukum kita menganggap pengalaman seksual dalam masa kanak-kanak sebagai DETRIMENTAL, beberapa pengalaman dari individu kelihatan mengindikasikan hal yang sebaliknya. Terkadang seorang individu yang harus membatasi apa yang tepat buat mereka, yang membuat mereka dapat mengubah keputusan mereka seperti perspektif mereka yang berubah seiring dengan waktu dan pengalama n.
Beberapa gadis sangat ingintahu tentang seks dan menjelajahi perasaan seksual mereka dengan siapa pun yang mengizinkannya. Berdasarkan pada sejumlah cerita beberapa wanita tentang penjelajahan seksual pada mada kanak-kanak mereka, anda harus berfikir jika merekatidak berada di bawah pengaruh hormon yang mengendalikan seks sebelum tanda pubertas dapat dilihat jelas. Mereka mengetahui bahwa itu salah dan bahwa orang tua mereka dan yang lainnya akan menjadi sangat kecewa jika mereka melihatnya, tetapi mereka terus mencari pengalaman seksual dengan orang yang bersedia melakukannya. Mereka tidak selalu harus selalu mengalami hal yang menyenangkan atau pengalaman yang mengembirakan meskipunmereka terus melanjutkan penjelahannya mereka. Banyak diantara mereka yang hanya ingin perhatian, dan menemukan dengan bertindak secara seksual memberikan perhatian yang mereka inginkan. Beberapa diantaranya melihat keuntungan dari menajdi seksi. Meskipun saya tahu masyarakat mengatakan hal yang berbeda, para gadis ini juga normal, promiscuous, sexually precocious, or Lolitas. Saya tidak mengatakan bahwa semua pengalaman seksual ini adalah pantas, tetapi seharusnya para wanita melihat melihat mereka secara positif.
Sex seharusnya dapat dinikmati, dan dapat juga menjadi kesenanga yang sama bagi gadis-gadis, remaja dan orang dewasa. Kita adalah hewan yang sangat sosial dan anak-anaksangat membutuhkan kasih sayang secara fisik, dan kadang-kadang bahkan kesenangan seksual. Anak-anak kita juga sangat ingin tahu dan dapat menikmati aktivitas-aktivitas seksual dengan kawan sebaya mereka. Mereka bisa dan bahkan kadang-kadang memulai hubungan seksual dengan orang dewasa. Mereka tidak perlu " tahu" apa yang mereka lakukan atau mungkin percabangan-percabangan. Seorang wanita melaporkan bagaimana anak laki-lakinya yang berumur 8 tahun yang tidur dengannya karena krisis keluarga mulai mulai masturbasi dengan menekan penisnya pada tubuh ibunya, tindakan anaknya ini tidak menganggunya, bahkan membangkitkan gairah seksnya. Seorang teman kerja telah melapor kan situasi yang serupa yang melibatka nanak perempuannya yang berusia 6 tahun.Anak-anak meniru apa yang mereka lihat dari yang orang dewasa lakukan,melalui orang atau televisi. Aktivitas seperti ini seharusnya tidak ditafsirkan bahwa anak-anak ingin melakukan hubungan seksual, memberikan sebuah kesenangan seksual bagi orang dewasa, ataumelakukan hubungan seks "orang dewasa". Anak-anak umumnya sangat egois dan kecuali sesuatu ini menguntungkan, mereka akan segan melakukannya. Seksualitas masa kanak-kanak adalah normal tetapi bukan penyimpangan seksual.
Terkadang tindakan orang dewasa bisa kurang hati-hatimerangsang seks ual anak dan meningkatkan atau membangktkanketertarikan mereka akan seks Banyak hal orang tua saecara normal melakukannya selama mengasuh anak mereka bisa mengakibatkan anak mengalami sensasi seksual dan kesenangan . Selama menyususi biasa bagi keduanya baik ibu dan an ak mengalami gaira h seksual, yangjuga tidakmempunyai k ontrol,walapun mereka mecobanya. Pernahkah anda mengingat seberapa sering kita mandi, memerik sa dan menyentuh vulva gadis saat dia memakaipopok ? Orang tua sering bergurau tentang bayi laki-laki mereka memperoleh ereksi saat mereka mengganti popoknya. Pernahkah mempertimbangkan kemungkinan ini terjadi juga pada anak perempuan kita. Ini benar terjadi. Berapa banyak orangtua mengayun-ayunkan anak mereka dengan lutut mereka ? Pernahkah anda melihat ke belakang bagaimana orang tua memegang tubuh anak mereka dengan tubuh mereka ? Saya tidak mengatakan apa yang sedangdilakukan orang tua adalah salah atau tidak pantas, hanya karena kita telah dikondisikan untuk tidak memperhatikannya. Karena anak kita dilaporkan tahan terhadap seks, kita diharapkan dapat melakukan apapun tanpa membangunkan seksualitas mereka. Ini berbeda dengan apa yang telah dijelaskan diatas, kemudian masyarakat penuh dengan kontradiksi. Masyarakat melin dungi kita dari diri kita sendiri, denganmengorbankan anak-anak kita. Sementara masyakrakat menyangkal atau mengabaikannya, kami semua berinteraksi pada suatu tingka tan seksual dengan anak-anak kita, dan anak-anakorang lain.
Kit a menciptakan korban yang sempurna bagi anak-anakkita. Kita membuat hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan pengalama-pengalaman dan perkembangan seksual yang normal, dan akibatn ya mereka tidak memiliki sesuatu untuk melindungidari mereka dari pelecehan. Anak-anak kita kemungkinan memiliki lebih banyak pengalaman seksual yang negatif sebagai seorang anak daripada mempunyai pengalaman seksual yang positif. Beberapa orang me nytakan bahwa hal ini disebabkan karena seks adalahperbuatan yang buruk, bahkan menyalahkannya, dengan ma syrakat. Seks ada di sekeliling kita, tidak mungkinmenyembunyikan anak kita dari hal ini. Jika anda ingin melindungi anak anda dari pelecehan seksual, bekali mereka dengan pendidikan seks yang positif. Jangan coba-coba untuk menyembunyikan mereka dari seks yang akan membuat mereka menjadi korban yang baik. Jika anda ingin anak anda mengetahui mana yang benar dari yang salah, maka ajari mereka. ketidaktahuan bukanlah kebahagiaan, ini merupakan penipuan.
Apa yang menjadi latar belakang pelecehan seksual tergantung dari beberapa faktor, yaitu individu, jenis kelamin mereka, keluarga, komunitas, masyarakat, agama, etnik, dan latar belakang budaya, dan perbedaan tingkat pemerintahan. Masyarakat Amerika dan pemerintahannya sebagai suatu dasar yang lengkap mengatakan apapun dari seksual alami yang melibatkan anak-anak merupakan tindak kekerasan dalam berbagai hal dan sebagai hasilnya merupakan sesuatu yang ilegal. Faktor lain dalam kehidupan seseorang yang mungkin tidak setuju. Seringkali ini merupakan konteks dimana setiap hal terjadi berbeda dengan tindaka n yang nyata membuatnya menajdi satu pelecehan. Jikaanda terbiasa menjadi telanjang di hadapan orang tua anda dan orang lain. Anda tidak akan merasa dilecehkan jika mereka masuk ke dalam kamar mandi saat anda mandi, akan tetapi anada akan merasa tidak tepat bagi mereka jika mereka menatap alat kelamin anda. Jika anda merasa nyaman bertelanjang, anda mungkin t idak akan berpikir jika orang tua anda mengambil fotoketika anda sedang bermain di luar saat anda sedang telanjang, akan tetapi sistem hukum Amerika sekarang menyatakan bahwa itu adalah pelecehan, yang mungkin tidak sesuai dengan pendapat populer lainnya. Dalam masyarakat Eropa, hal ini secara sosial dapat diterima untuk orang tua dan anak berbicara secara terbuka tentang seks dan seksualitas mereka, yang terkadang mengejutkan banyak orang Amerika. Banyak agama memperlihatkan bahwa seks sangat tidak diharapkan dalam berbagai bentuk, hanya menerima dan mengetahui tentang reproduksi. Belum lama ini, akan tetapi tidak dibicarakan secara terbuka, banyak kultur budaya yang telah menerima praktek menyentuh kelamin bayi aau alat kelamin anak ketika anda ingin mereka tertidur atau ingin membuat merasa merasa nyaman. Masyarakat lainnya menganggap masturbasi masa kanak-kanak dan eksplorasi seksual adalah normal dan diinginkan dan diperhatikansaat hal itu tidak terjadi. Dalam masyarakat Amerika muncul menjadi satu komunitas dimana hubungan terlarang (incest) diterima, akana tetapi tidak pernah dibicarakan secara terbuka atau diakui. Seorang wanita menyebutkan hubungan terlarang (incest) ayah dan anak perempuannya adalah umum dal am komunitas Amerikanya, walupun dia tidak mengalaminyasendiri, dia merasa sebagian besar dari hal ini adalah didasarkan hubungan at as dasar sama suka dari hasil percakapannya dengan orangyang melakukan hal tersebut. Kadang-kadang hal ini merupakan pelecehan dalam masyarakat dan bukan perkembangan seksual yang positif bagi individu tersebut. Sementara itu kita sering mencoba malakukannya, sulit untuk menghukum apa yang "sering" menjadi pelecehean seksual. sebagai akibatn ya i ndividu bisa terjebak di tengah-tengah masalah ini.
Seberapa umumnya pelecehan seksual terjadi ? Beberapa telah menghitung mencapai 60% wanita telah menga lami pelecehan seksual dalam beberapa hal dalam kehidupanmereka. Hal ini berarti sebagian besar dari wanita, 6 diantara 10,telah mengalami bebera pa bentuk pelecehean seksual. Apakah jumlahnya betul-betulsebesar itu ? Saya akan berkeliling untuk men gatakan tidak. Saya percaya orang-orang yang melihat bentukapapun dari pengalaman seksual masa kanak-kanak meningkatkan jumlah ini. Mereka menghitung tindakan yang normal sebagai sesuatu yang tidak normal. Mereka juga menggunakan model matematis untuk menghitung jumlah tersebut yang dengan tidak benar mendukung pernyataan-pernyataan mereka. Karena jumlah yang sebenarnya tidak mendukung pendapat, mereka memaksakan hal tersebut. Mereka menyatakan bahwa wanita tidak dapat atau tidak bersedia untuk mengakui pelecehan seksual sehingga mereka berbicara untuk para wanita tersebut. Saya melihat satu masalah dengan konsep ini. Ini tidak membiarkan para wanita untuk berpikir dan berbicara untuk mereka sendiri. Beberapa orang menegaskan para ahli sek sologi dengan sengaja meremehkan peristiwa pelecehan seksualdan betul-betul mendukung pedophilia, hanya karena kita melihat semua bentuk hubungan seks atas dasar sama suka sebagai baik dan normal. Sebuah konflik dalam pandangan-pandangan ini menghasilkan perbedaan-perbedaan pendapat yang besar. Lagi-lagi mengakibatkan wanita berada di tengah-tengah.
Setelah mengatakan hal ini , tidakada keraguan bahwa pelecehan secara fisik, psikologis dan pelecehan seksual adalah hal yang umum, jauh dari biasa. Saya tidak percaya adanya jumlah-jumlah yang tepat yang bisa digunakan untuk menyatakan seberapa umumnya hal tersebut. Hal ini karena hanya sejumlah kecil yang berlaku pada sekumpulan orang-orang, mengabaikan semua faktor-faktor yang terdapat diatas membatasi apa yang sebenarnya termasuk dalam pelecehan seksual. Peristiwa pelecehan seksual lebih tinggi terjadi dalam beberapa bagian masyarakat dari pada ma syarakat lainnya, hanya disebabkan karena pandangan-pandanganorang-orang tentang bapa yang pantas dan tidak pantas berubah-ubah secara signifikan Dan kita masih ser ing mencoba menggunakan sekumpulan tunggal peraturan-peraturanbagi setiap orang, seperti kasus hukum. Ini terdapat dalam laporan itu sendiri beberapa pemberitaan berdasarkanpengalaman-pengalaman seksual di masa kanak-kanak dan pelecehean seksual. Hal ini juga dikarenakan kelakukan seksual normal dianggap sebagai kelakuan yang tidak normal. Jika seorang wanita tidak merasa bahwa dia mengalami pelecehan seksual, dia tidak akan menyatakannya, bahka n jika yang lain menganggap dia mengalaminya. Hal tersebuttidak menjadikannya salah atau dalam penolakan. Kami harus berhati-hati untuk tidak menciptakan korban-korban orang-orang yang tidak ingin menjadi korban, atau mengabaikan mereka.
Hubungan incest terlarang dilaporkan mejadi satu-satunya larangan yang disetujui oleh sebagian besar budaya diseluruh dunia. Ini dianggap sebagai "larangan universal". Dalam kenyataannya larangan tersebut biasanya mengenai pernikahan terlarang, reproduksi, dan bukan hubungan seksual. Hal ini karena beberapa generasi dari hasil hubungan terlarang mengakibatkan kelahiran cacat genetik yang lebih besar. Oleh masyarakat, mendukung atau membiarkan reproduksi dari hubungan terlarang adalah buruk bagi suatu masyarakat, sehingga mereka tidak mengizinkannya. Anak yang lahir dari hubungan terlarang antara ayah-anak perempuannya atau saudara laki-laki-saudara perempuan kemungkinan akan jauh dari keadaan normal yang sempurna, ini sangat jarang terjadi dalam sejarah genetik keluarga tersebut. Satu-satunya konsep universal yang menggunakan hubungan bahwa ini merupakan hal yang lazim diseluruh dunia. Kita hanya telah terbiasa untuk tidak memperhatikannya dan sebagai akibatnya tidak menyadari hal tersebut.
Keenganan alamiah menurut laporan kami membuat hubungan terlarang (incest) merupakan hasil dari pengkondisian masyarakat bukan insting. Bukti dari hasil adalah jumlah saudara-saudara kandung yang melakukan aktivitas seksual seperti anak-anak muda dan remaja-remaja. Saya secara pasti mengingat telah melihat banyak saudara-saudara kandung melakukan hubungan seks bersama. Saya tahu, jika kita ti d ak melakukan penetrasi penis_vagina maka ini bukanlah seks,adalah salah. Ya, ini secara pastimerupakan seks. Kita telah mem il ih untuk tidak melihatnya dengan cara seperti itu, sehinggakita tidak muncul untuk menghancurkan larangan besar tersebut, menjadikan diri kita sasaran kemarahan masyarakat. Kita semua ingin muncul normal. Saya tidak menyalahkan individu tersebut, tetapi penyangkalan tidak akan merubah kenyataan.
Idaman masyarakat bahwa pria bisa menemukan semua wanita secara seksualitas sangat diinginkan kecuali ibunya, saudara-saudara perempuannya dan anak perempuannya, dan seorang wanita bisa menemukan semua pria sangat menggairahkan kecuali ayahnya, saudara laki-lakinya, dan anak laki-lakinya. Apaka h ini realistis ? Jika and a tidak mengetahuiseseorang merupakananggota dari keluarga dekatakan anda secara otomatis menemukan mereka secara seksual tidak mengairahkan? Saya akan cenderung tidak percaya. Saya menduga bahwa telah terdapat banyak peristiwa sepanjang sejarah dimana kerabat dekat sedarah melakukan suatu hubungan tanpa mengetahui siapa pasangan mereka sebenarnya tidak mengetahui siapa sebenarnya pasangan mereka tersebut. Jumlah kasus-kasus perzinahan terbesar dan penyimpangan seksual yang ditangani oleh ssstem hukum kita juga akan mendukung ide bahwa anggota-anggota keluarga mungkin menemukan satu sama lainnya secara seksual mengairahkan. Situasi yang lain yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Jika anda menempatkan dua orang bersama, akan ada suatu perasaan seksual yang berkembang pada hubungan mereka, tanpa menghiraukan jenis kelamin dan usia. Perkembangan bagi anak kecil adalah mereka saling ingin tahu tentang sega lanya termaksud tentang sifat seksual . Menambahkan masa pubertaskedalam persamaandan gerakan seks bersama bisa menyebabkan satu penyimpangan adat-istiadat masyarakat. Bisakah anda betul-betul menerima dua orang mencoba melakukan hubungan sex yang hebat, siap a yang menghabiskan ba nyak waktu antara satu dengan lainnya, bukankadang-kadang bertindakdengan insting lawannya rasio untuk dorongan kebutuhan biologis mereka, belum lagi rasa keinginan tahuanyang kuat? Akibatnya, hubungan perzinahan antara saudara laki-laki dan saudara perempuan, antara saudara perempuan , dan antara ayah dan anak perempuannya kemun gkinan jauh lebih umum daripada kami ingin ketahui. Banyaknya jumlahwanita yang telah mengalami hubungan seksual dengan seorang anggota keluarga dekat kemungkinan lebih besar daripada yang dilaporkan 5 % (saudar a laki-laki 4%, saudara perempuan 0,7% dan ayah-ayah 0,5%) disebabkankarena sebagaiorang-orang dewasa kami sering kali tidak melihat kembali pada apa yg kami lakukan sebagai seksual , seperti yang diperintahkan dan diinginkan oleh masyarakat.
Oleh masyarakat kami tidak boleh mengaku i, dan sebagai akibatnya mengabaikan perkembangan seksual yang terjadidalam suatu keluarga. Masyarakat mengatakan anak-anak adalah tidak seksual , ibu adalah bersifat keibuan, dan ayah meskipun seksual tidak dalam hubungannya dengan keluarga. Seorang ayah tidak memiliki "se ks" dengan istrinya, ibu dari anak-anak nya, atau anggota keluarga manapun. Kita mengabaikan perkembangan seksual antara anak-anakperempuandan ayah-ayah dan saudara laki-laki dan saudara perempuan. Juga terdapat perkembangan seksual antara se orang anak gadis dan angora keluarganya yg perempuan . Dengan mengabaikanperkembangan ini tidak berarti mereka keluar atau tidak eksis, jika semuanya dapat menyebabkan mereka untuk menempatkandari mereka pada jalan yang tidak dinginkan, mungkin dalam bentuk penyimpangan, tidak perlu pelecehan seksual.
Jika seorang ayah adal ah "ayah yang sempurna" selama masa kanak-kanak seorang gadis, siapa orangyang dia inginkan lebih menyukainya secara seksual ketika perasaaannya akan seks mulai muncul selama masa pubertas ketika seksnya mulai mengendalikan perkembangannya selama pubertas? Siapa orang yang mungkin memenuhi seluruh kebutuhan fisik dan kebutuhan emosionalnya? Apakah anda memiliki kemungkinan untuk menjadi laki-laki lain yang dia tahu dan lebih percaya? Berdasarkan perspektifnya, siapa yang akan menjadi ayah yang ideal untuk anak-anaknya?
Kebanyakan dari kita telah menyaksikan beberapa hubungan fisik yang sangat dekat antara ayah dan anak gadisnya. Kami menganggap tingkah laku ayah gadis yang manis adalah menggairahkan pada wa nita. Gadis muda sering belajar jika dia berlaku "manis", ayahnyaakan melakukan seperti yang dia inginkan sebagai hasil. Kita sering mengatakan dia memiliki ayahnya untuk memeluk jarinya yang kecil. Kami hanya menggambarkan seksual dinamis padatipe hubunganini. Ketika masa puber datang dan payudara mulai berkembang dan sensasi baru dan tidak dikenal mulai mucul, seorang gadis mungkin mulai menjelajahi emosinya yang baru dan sensasi fisik dengan ayahnya atau dengan figur ayahnya, yang mungkin bersedia atau untuk ikut merasakan. Perasaan baru ini mungkin juga membawa ayah dan anak untuk berbuat karena mereka tidak mengetahuinya, atau bertindak berdasarkan perasaan ini. Banyak ayah yang tidak dapat mengacuhkan seksualitas dari anak perempuannya ketika payudaranya mulai tumbuh dimana dia sekarang sebagai seorang perempuan. Seksual, dan bukan gadis kecil, tidak seksi dan memiliki jarak dari dirinya dengan sang anak. Gadis tersebut mungkin mengerti bagaimana tidak nyaman perasaan barunya dalam hal ini atau ketertarikan baru ayahnya pada dirinya. Tegangan seksual dapat menjadi sangat dalam sehingga mereka tidak dapat berdiri dekat satu sama lain, atau dalam bentuk ekspresi lainnya seperti kemarahan atau kecemburuan. Perubahan seksual ini juga mungkin terjadi antara saudara laki-laki dan perempuan. Perubahan seksual dalam keluarga bagi seorang lesbian mungkin lebih sulit untuk dipahami dan rasionalkan, karena mereka tidak masuk dalam paradigma hubungan seksual laki-laki dan perempuan. Bahkan dalam hadirnya seks secara fisik, tetap ada kemungkinan hubungan terlarang (incest).
Pertanyaannya menjadi apakah ada hal semacam ini sebagai hubungan atas dasar suka dan hubungan terlarang bersama yang menguntungkan. Saya dituntun untuk percaya bahwa jawabannya adalah ya. Saya tidak tahu seberapa sering hal ini terjadi, akan tetapi ini memang terjadi. Namun mungkin sangat jarang. Saya berpikir hubungan terlarang antara saudara laki-laki dan perempuan lebih sering terjadi secara alami, karena mereka biasanya sangat dekat dalam umur dan terlibat dalam kelompok sosial yang sama. Tingkat perkembangan seksual mereka hampir sama. Mereka berdua mungkin memiliki kontrol yang kurang terhadap perkembangan emosi mereka yang baru dan bertindak menurut kemauan hati. Mereka juga lebih suka mengembangkan hubungan seksual secara alami dengan yang lain dengan tujuan yang sama, karena ini yang diinginkan dan saling menguntungkan. Hubungan terlarang ayah-anak sepertinya kurang atas dasar sama suka dan menguntungkan karena perbedaan dalam hak, usia dan kelompok sosial. Sang ayah sering mencoba mengontrol anaknya dalam situasi tersebut, menginginkan anaknya hanya untuk dirinya sendiri, ketika si anak ingin mencari pasangan seksual lain dengan tujuan yang sama. Seorang gadis mungkin berpikir memainkan peran ibunya dan menjadi istri ayahnya, ini tidaklah menguntungkan untuk diterima jika dia ingin mengembangkan identitas diri sendiri. Sementara hubungan terlarang ayah-anak mungkin di mulai di luar hubungan atas dasar sama suka, sering tidak berakhir begini. Tentu saja hubungan terlarang antara sesama saudara perempuan dan hubungan terlarang ibu-anak perempuan juga pernah terjadi, akan tetapi karena tidak ada hubungan penetrasi-penis yang dipakai, maka sering tidak didefenisikan sebagai seks atau seksual. Hubungan atas dasar sama suka bersama dan menguntungkan dari hubungan terlarang muncul sebagai satu hal dimana masyarakat tidak ketahui, dan akibatnya tidak mungkin kelihatan meskipun sebenarnya juga terjadi.
Hubungan terlarang bukanlah merupakan bentuk pelecehan seksual, meskipun beginilah cara kita biasanya dan secara hukum mendefenisikannya. Yaitu tidak dengan mengatakan hubungan terlarang bukanlah pelecehan. Dalam kamus Webster's NewWorld yang saya miliki, hubungan terlarang ini didefinisikan "sebagai hubungan seksual antar orang yang memiliki hubungan saudara yang sangat dekat untuk menikah secara legal." Tidak disebutkan tentang pelecehan, atau bahwa ini salah, meskipun kita mungkin dapat mengasumsikan bahwa ilegal bagi mereka untuk menikah. Tentu saja defnisi ini juga mengatakan bahwa jika bukan hubungan vagina-penis bukanlah incest. Defenisi ini menyatakan secara tidak langsung persetujuan yang sama, yaitu mengapa ini tidak termas uk pelecehan seksual.
Mungkin inilah deskripsi terbaik sebagaibanyaknya "energi yang sangat negatif" yang ditujuan terhadap subyek pelecehan seksual dalam masyarakat Amerika. Ketika seseorang menyebutkan tentang pelecehan seksual kita secara langsung akan memiliki gambaran pikiran tentang apa itu dan apa yang terjadi pada si korban. Kita "tahu" bagaimana dia harus merasa dan bagaimana "rusak" dia seharusnya. Kita memaksakan semuanya agar sesuai dengan definisi daripada melihat setiap kasus secara individual. Reaksi kita terhadap pelecehan seksual dapat menghukum keduanya, si pemerkosa dan si korban, karena kita mengharapkan mereka berdua sesuai dengan paradigma biasa. Kita memberikan energi negatif kepada pelaku, bahkan sering pula pada si korban, jika mereka mendefinisikan diri mereka sama seperti ini dan ada yang sama sekali tidak menyukai gelar ini, yang mendapat hukuman sebagai tambahan pada si pemerkosa. Hasilnyaseorang gadis atau wanita mungkin enggan atau mengalami ketakutan jika diketahui mengalami pelecehan seksual.
Seorang gadis mungkin akan belajar di masa muda hasil dari pelecehan seksual, dan walaupun kita bermaksud baik, terkadang keputusan itu bukan yang terbaik. Dia mungkin ingin pelecehan seksual itu berakhir, tetapi dia tidak ingin menempatkan hidupnya lebih lanjut dalam kekacauan atau memutuskan hubungan dengan si pelaku. Perlu diingat, mungkin dia menyukai dan membenci mereka pada saat yang sama. Harapan dia mungkin tidak sesuai dengan masyarakat. Media Amerika dan hasil dari percobaan masyarakat untuk menghukum si pelaku secepatnya, tanpa sepengetahuan dari si korban. Kita mengatakan kita bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan, percaya bahwa dia tidak mampu dan tidak mengetahui apa yang terbaik untuk dirinya. Apakah kita bertindak untuk kebaikannya atau untuk kebaikan kita sendiri ? Atau mungkin kita mencoba untuk meninggalkan perasaan kita sendiri ? Mengapa ada sedemikian banyak permusuhan ?
Kita harus lebih waspada dalam mengeluarkan pemikiran tentang apa yang menjadi kerugian bagi korban. Sebagai masyarakat kita gagal untuk mengenali dan mengetahui pelecehan seksual di masa lalu dan hasilnya tidak melindungi anak kita sendiri. Mungkin sebagai rasa bersalah kita sering bertingkah berlebihan, atau bersikap dengan tidak pantas di masa sekarang. Emosi kita sendiri datang sebelum menjadi korban. Untuk alasan ini ada banyak anak-anak dan wanita dewasa tidak ingin dikatakan sebagai "korban" ataupun "orang yang selamat", karena mereka ingin sekali menjadi "normal". Mereka tidak ingin menjadi fokus dari banyaknya energi negatif yang ada. Mereka tidak ingin masyarakat memebritahukan mereka bagaimana mereka harus bersikap dan merasa. Masyarakt bahkan memaksa remaja dan wanita yang bersedia melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tidak cocok, yang dalam beberapa kasus merupakan pasangan yang cocok, menjadi korban. Kita mengatakan bahwa dia korban, sehingga dia merasa bahwa dia harus bersikap menurut aturan, sebagai normal, oleh definisi masyarakat. Masyarakat dapat menjadikan seseorang sebagai koban lebih sering daripada secara individu, karena meskipun kita biasanya menyembunyikan diri dari dari individu, namun kita tidak dapat menghindar dari masyarakat.
Pengarang Pat Califia menjelajahi ke anekaragaman pelecehan seksual dan memperbaikinya menjadi cerita erotis.Walaupun kisah yang ditulisnya merupakan fiksi belaka den gan tema lesbian seksual dan masturbasi, cerita ini ditujukan pada banyakdari perasaan yang dialami wanita selama dan sesudah pengalaman tersebut. Meskipun karakter dari pemain utama dapat menjelajahi dan mengetahui perasaan mereka saat itu dan nanti.Dia juga menyelidiki dinamika seksual dari keluarga. Cerita ini mungkin tidak diperuntukkan bagi setiap orang, tetapi da pat membantu orang lain, walaupun mereka yang tidak terlibat dalam S&Mdan mereka dengan pasangan pria.